Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bertubi-tubi Kritik ke Pemerintah, tapi 2 Program Prabowo Ini Disebut Berhasil

Bertubi-tubi Kritik ke Pemerintah, tapi 2 Program Prabowo Ini Disebut Berhasil Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu selama ini dikenal kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah. Namun, di tengah berbagai sorotannya, Said Didu mengakui ada dua program pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya menunjukkan keberhasilan.

"Pertama, pengembalian asset negara yang nilainya mencapai ribuan triliun rupiah dalam waktu kurang dari 2 tahun yang dilaksanakan oleh Tim PKH (Tim Penertiban Kawasan Hutan)," tulis Said Didu di akun X, dikutip Senin (28/9/2026).

"Kedua, swasembada pangan yg ditargetkan tercapai dalam 4 tahun tapi dicapai dalam waktu 1 tahun oleh Tim Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional," ujarnya.

Baca Juga: Koalisi Prabowo Mau Naikkan Ambang Batas Parlemen, Partai Kecil Panik, Cuma Satu yang Santai...

Said Didu kemudian membeberkan sejumlah faktor yang menurutnya menjadi kunci keberhasilan kedua program tersebut. Ia menyoroti mulai dari manfaat program hingga pola kerja lintas pihak yang disebut berjalan dalam satu komando.

"Terdapat 5 faktor kunci keberhasilan 2 program tersebut, yaitu: 1) manfaatnya nyata bagi rakyat dan negara, 2) dipimpin oleh orang bersih yang mau dan berani membersihkan, 3) bekerja secara “total football” satu komando, 4) hasil disampaikan dengan data dan fakta, 5) konsisten membersihkan pelindung dan pelaku penyimpangan," jelasnya.

Bagi Said Didu, pola yang diterapkan dalam dua program tersebut tidak hanya berhenti sebagai capaian sektoral. Ia menyarankan agar pendekatan serupa digunakan dalam menjalankan program pemerintah lainnya.

"Sebaiknya kunci sukses terhadap kedua program tersebut dijadikan platform pelaksanaan program lainnya," tambah Said Didu.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri