Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Starbucks Tutup 250 Gerai di Amerika Utara, Ekspansi 2026 Ikut Direm

Starbucks Tutup 250 Gerai di Amerika Utara, Ekspansi 2026 Ikut Direm Kredit Foto: Unsplash/Lingchor
Warta Ekonomi, Amerika -

Starbucks kembali memangkas jaringan kedainya di Amerika Utara. Sekitar 250 gerai yang dinilai berkinerja rendah akan ditutup sebagai bagian dari restrukturisasi di bawah CEO Brian Niccol.

Langkah ini sekaligus membuat Starbucks memangkas target ekspansi 2026. Perusahaan kini menargetkan penambahan bersih sekitar 440 gerai secara global, turun dari proyeksi sebelumnya sebanyak 600-650 gerai.

Restrukturisasi tersebut merupakan bagian dari strategi “Back to Starbucks” yang dijalankan Niccol sejak September 2024 untuk memperbaiki kinerja bisnis dan pengalaman pelanggan.

Penutupan 250 gerai atau sekitar 1% dari total jaringan Starbucks di Amerika Utara diperkirakan menimbulkan biaya sekitar US$300 juta atau Rp5 triliun.

Chief Operating Officer Starbucks Mike Grams mengatakan gerai yang ditutup merupakan lokasi yang belum menunjukkan jalur jelas untuk mencapai target kinerja keuangan dan standar pengalaman pelanggan.

“Beberapa coffeehouse masih berkinerja di bawah harapan meskipun seluruh tim telah bekerja keras,” kata Grams dalam surat kepada karyawan, dikutip dari Wall Street Journal, Senin (28/9/2026).

Karyawan dari gerai terdampak akan mendapat kesempatan pindah ke lokasi lain. Sementara pekerja yang tidak dapat dipindahkan akan memperoleh paket pesangon.

Restrukturisasi Berlanjut

Penutupan 250 gerai bukan langkah pertama Starbucks. Sejak restrukturisasi dimulai pada 2025, perusahaan telah menutup lebih dari 600 gerai di Amerika Utara dan Eropa.

Sebelumnya Starbucks memperkirakan total biaya restrukturisasi mencapai sekitar US$1 miliar, dengan sekitar 90% berasal dari bisnis Amerika Utara. Selain memangkas gerai, perusahaan juga telah mengurangi ribuan posisi korporat.

Baca Juga: Mulai Hari Ini, BEI Ubah Batas Bawah Harga Saham Jadi Rp1, Ini Daftarnya

Baca Juga: Menperin: Industri Manufaktur RI Masih Banyak Nganggur meski Pasar Jumbo

Baca Juga: Pasar Halal RI Hampir Rp6.000 Triliun, Menperin: Industri Lokal Jangan Cuma Jadi Pasar

Pada tahun ini, sekitar 300 posisi korporat kembali dihapus seiring penutupan kantor regional di Chicago, Atlanta, Dallas, dan Burbank, California.

Meski memangkas jaringan, kinerja operasional Starbucks mulai menunjukkan perbaikan. Pada kuartal fiskal III 2026, penjualan gerai yang sama secara global tumbuh 7,9%, sedangkan di Amerika Utara naik 8,1%. Jumlah transaksi juga meningkat.

Namun, perusahaan masih menilai perlu memperbaiki produktivitas jaringan. Karena itu, ekspansi ke depan akan lebih selektif, dengan fokus pada gerai yang memiliki potensi kinerja lebih baik.

Starbucks juga mengembangkan format gerai berukuran lebih kecil di Amerika Serikat dan meningkatkan ekspansi di sejumlah pasar internasional.

Niccol menargetkan penghematan biaya hingga US$2 miliar sebelum akhir tahun fiskal 2028. Dengan demikian, penutupan 250 gerai menjadi bagian dari upaya Starbucks merampingkan jaringan sekaligus memperbaiki struktur biaya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan