Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OpenAI Bidik Pendanaan US$30 Miliar dengan Valuasi US$1,4 Triliun

OpenAI Bidik Pendanaan US$30 Miliar dengan Valuasi US$1,4 Triliun Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

OpenAI dikabarkan tengah mencari pendanaan baru senilai sekitar US$30 miliar atau setara Rp542 triliun untuk membiayai pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Perusahaan pengembang ChatGPT itu disebut menjajaki kembali investor lamanya, termasuk SoftBank dan MGX dari Abu Dhabi, dengan target valuasi mencapai US$1,4 triliun atau lebih.

Mengutip laporan Reuters, strategi penggalangan dana tersebut diperkirakan berlangsung lebih cepat dibandingkan proses pendanaan pada umumnya untuk transaksi dengan nilai sebesar itu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya OpenAI memperoleh tambahan modal di tengah kebutuhan investasi infrastruktur AI yang terus meningkat.

Selain untuk mengejar valuasi yang lebih tinggi, pendanaan tersebut dibutuhkan untuk mendukung pengembangan kapasitas komputasi dan infrastruktur perusahaan. Kebutuhan modal dalam jumlah besar menjadi salah satu tantangan bagi perusahaan AI yang tengah memperluas operasionalnya.

Upaya penggalangan dana ini juga berlangsung di tengah persaingan OpenAI dengan Anthropic, perusahaan pengembang AI yang dikenal melalui model Claude. Kedua perusahaan bersaing mengembangkan teknologi AI sekaligus menarik dukungan investor untuk mendanai ekspansi bisnis mereka.

Dalam beberapa bulan terakhir, Anthropic disebut unggul dalam hal valuasi dibandingkan OpenAI. Sejumlah analis sebelumnya memperkirakan Anthropic dapat mencapai valuasi US$2 triliun melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) pada November 2026.

Namun, perkiraan yang lebih baru menunjukkan valuasi perusahaan tersebut setelah IPO berpotensi berada di kisaran US$1,5 triliun, lebih rendah dari proyeksi awal. Jika OpenAI berhasil mencapai valuasi US$1,4 triliun, sementara valuasi Anthropic berada di bawah perkiraan sebelumnya, persaingan keduanya dalam menarik investasi berpotensi kembali berlangsung lebih ketat.

Di sisi lain, rencana pendanaan OpenAI muncul ketika perusahaan-perusahaan AI menghadapi perhatian lebih besar dari investor terkait besarnya kebutuhan modal dan penggunaan utang untuk membiayai ekspansi.

Baca Juga: OpenAI Gugat Mantan Karyawan, Apple Ikut Terseret

Baca Juga: Trump Minta OpenAI dan Anthropic Tunda Akses Model AI untuk Inggris

Baca Juga: Agen AI OpenAI Berkeliaran, Kini Incar Website Pemerintah AS

Sebelumnya, CEO OpenAI Sam Altman menyatakan bahwa perusahaan tidak akan melaksanakan IPO pada 2026. Beberapa pekan kemudian, ia juga menyampaikan bahwa rencana perusahaan untuk melantai di bursa belum akan direalisasikan sebelum model AI yang dikembangkan dapat beroperasi tanpa menunjukkan perilaku yang tidak diinginkan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa waktu pelaksanaan IPO OpenAI masih belum pasti. Sementara itu, perusahaan tetap membutuhkan modal untuk mendukung pengembangan teknologi dan infrastruktur di tengah persaingan industri AI yang semakin ketat.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri