Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Penjelasan Mendikdasmen

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Penjelasan Mendikdasmen Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti membuka peluang perubahan kebijakan kenaikan kelas bagi siswa mulai tahun ajaran 2027. Pemerintah masih mengkaji mekanisme agar murid tidak otomatis naik kelas setelah menyelesaikan satu tahun pembelajaran.

Gagasan tersebut muncul dari rekomendasi Dewan Pendidikan yang meminta mekanisme kenaikan kelas tidak lagi diberlakukan secara otomatis. Masukan itu kini menjadi perhatian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

”Kalau ini disetujui dan mungkin menjadi bagian dari rekomendasi konvensi ini, tentu kami akan siap melaksanakan,” ujar Mu’ti dalam siaran pers, Kamis (8/10/2026).

Menurut Mu'ti, perubahan tersebut diperlukan untuk mendorong kesungguhan siswa dalam belajar. Ia menyoroti kebiasaan yang disebutnya sebagai rumus RMS, yakni rajin malas sama saja.

”Karena banyak murid itu yang mengikuti rumus RMS, rajin malas sama saja,” ucap dia.

Mu'ti menilai kebiasaan tersebut tidak sehat jika terus berkembang dalam sistem pendidikan. Sekolah, menurutnya, perlu memastikan usaha dan perkembangan kompetensi siswa mendapat apresiasi yang sesuai.

Siswa yang rajin, memiliki motivasi belajar, serta menunjukkan peningkatan kemampuan seharusnya memperoleh penghargaan atas proses belajarnya. Karena itu, kenaikan kelas tidak semestinya hanya ditentukan oleh berakhirnya satu tahun ajaran.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp5 Triliun untuk Pilot Project Sekolah Gratis di Wilayah 3T

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan kebijakan tersebut untuk diterapkan pada 2027. Kemendikdasmen masih membutuhkan kajian akademik dan masukan dari para ahli sebelum mengambil keputusan.

”Kalau rekomendasi itu bisa berasal dari pertemuan ini, saya kira langkah kami untuk menerapkan kebijakan itu akan semakin mantap karena dukungan dari para ahli,” kata Mu’ti.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy