Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Meta Blokir Iklan TikTok, Persaingan Media Sosial Makin Sengit

Meta Blokir Iklan TikTok, Persaingan Media Sosial Makin Sengit Kredit Foto: Unsplash/dlxmedia.hu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, menghentikan layanan promosi iklan untuk TikTok dan sejumlah layanan milik ByteDance di beberapa negara, termasuk Indonesia. Kebijakan yang berlaku sejak Kamis (8/10) tersebut menambah ketat persaingan kedua perusahaan dalam memperebutkan pengguna dan belanja iklan digital.

Mengutip Reuters, pembatasan ini tidak hanya menyasar TikTok secara langsung, tetapi juga pengiklan pihak ketiga yang menjalankan kampanye pemasaran dengan menyertakan tautan menuju TikTok maupun layanan ByteDance lainnya.

Selain Indonesia, kebijakan tersebut berlaku di Amerika Serikat, Kanada, Mesir, Jepang, Thailand, dan Vietnam.

Meta beralasan bahwa perusahaan tidak berkewajiban memberikan ruang promosi kepada pesaing yang berupaya mengalihkan pengguna dari platformnya. Perusahaan juga menyebut kebijakan tersebut sebagai praktik bisnis yang lazim dilakukan di berbagai industri.

“Kami tidak harus menayangkan iklan dari pesaing yang bertujuan menarik orang agar meninggalkan aplikasi kami. Menolak memberikan layanan promosi kepada pesaing merupakan praktik bisnis yang wajar di berbagai industri. Kami akan terus bersaing melalui kualitas produk dan pengalaman pengguna,” ungkap Meta, dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Meta Terancam Denda Rp3.900 Triliun Gara-gara Data Pengguna Facebook

Baca Juga: Meutya Desak Meta Percepat Penonaktifan Akun Anak di Bawah 16 Tahun

Kebijakan tersebut memperlihatkan semakin ketatnya persaingan Meta dan ByteDance dalam industri media sosial. TikTok selama ini menjadi salah satu kompetitor utama Meta dalam menjaring perhatian pengguna, menarik kreator konten, serta memperoleh pendapatan dari iklan digital.

Di tengah persaingan tersebut, terdapat pula pembatasan terkait penggunaan tautan antaraplikasi. Berdasarkan laporan Reuters, situs web TikTok menyatakan bahwa platformnya tidak mendukung tautan yang secara langsung membuka atau mengarahkan pengguna untuk masuk ke aplikasi media sosial lain.

Meski demikian, pengguna masih diperbolehkan memasang tautan pada profil TikTok yang mengarah ke situs web platform lain.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri