Kredit Foto: Romus Panca
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyatakan pemadaman listrik atau blackout yang terjadi di Batam selama tujuh jam tidak dibahas dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto.
Dudung mengatakan, pembahasan dalam rapat tersebut lebih berfokus pada laporan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk kendala penerbangan di Palembang yang kini telah teratasi.
“Tadi tidak, cuma pembahasan tadi dilaporkan dari BNPB bahwa di Palembang kemarin tidak bisa, satu-dua hari tidak bisa mendarat, dan saat ini sekarang sudah bisa. Hanya itu saja, yang lain tidak dibahas,” ujar Dudung di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Belum Bencana Nasional, Dudung Tegaskan Pemerintah Masih Mampu Menangani Karhutla
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pencegahan karhutla secara presisi melalui mitigasi sejak dini, mulai dari tingkat daerah hingga masyarakat.
Dudung menjelaskan, upaya pencegahan akan melibatkan berbagai unsur, termasuk Bhabinkamtibmas, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Karang Taruna, dan pemerintah daerah. Koordinasi antarpihak tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sebelum kebakaran terjadi, bukan hanya bertindak ketika api sudah muncul.
Selain itu, Presiden juga mendorong kampanye pencegahan karhutla secara masif. Rapat tersebut turut dihadiri para gubernur dari enam daerah, panglima komando daerah militer (pangdam), kepala kepolisian daerah (kapolda), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dudung menambahkan, Presiden Prabowo mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam pemadaman karhutla. Presiden juga memberikan arahan mengenai berbagai langkah strategis untuk memaksimalkan penanganan di lapangan, termasuk kepada Kepala BMKG.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: