- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Low Tuck Kwong dan Putrinya Kembali Jual Saham BYAN Rp1,72 Triliun, H Isam di Balik Transaksi?
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Dato Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, kembali melepas total 666,67 juta saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) pada 15 Oktober 2026. Dengan harga Rp2.588 per saham, nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp1,72 triliun.
Rinciannya, Dato Low menjual 650 juta saham senilai Rp1,68 triliun, sedangkan Elaine melepas 16,67 juta saham senilai Rp43,13 miliar.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Dato Low menyusut menjadi sekitar 2,76 miliar saham atau 8,30%. Sementara itu, kepemilikan Elaine turun menjadi 7,33 miliar saham atau sekitar 22%.
Harga transaksi ini sama dengan harga pembelian saham BYAN oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias H Isam pada 7 Oktober 2026. Kala itu, melalui Jhonlin Baratama, H Isam mengakuisisi sekitar 10,08 miliar saham BYAN atau 30,25% dari total saham perusahaan, dengan nilai transaksi mencapai Rp26,09 triliun.
Dalam transaksi tersebut, sekitar 10,06 miliar saham dibeli dari Dato Low senilai Rp26,05 triliun, sedangkan 16,67 juta saham dibeli dari Elaine senilai Rp43,13 miliar.
Sebelumnya, pada 6 Oktober 2026, Dato Low juga mengalihkan 33,33 juta saham BYAN dengan harga Rp11.025 per saham atau senilai Rp367,5 miliar. Saham tersebut seluruhnya dibeli Elaine Low.
Direktur Bayan Resources, Jenny Quantero, menegaskan bahwa transaksi pengalihan saham tersebut tidak berdampak material negatif terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan. Transaksi itu juga tidak mengubah pengendalian perusahaan.
Saham BYAN Dibeli Jauh di Bawah Harga Pasar
Harga pembelian BYAN oleh H Isam sebesar Rp2.588 per saham jauh di bawah harga penutupan saham pada 7 Oktober 2026 yang berada di kisaran Rp12.600. Selisihnya mencapai sekitar 79,46%.
Untuk mendanai akuisisi tersebut, sejumlah saham milik perusahaan terkait dengan kelompok usaha H Isam juga dijaminkan kepada Bank Mandiri (BMRI).
Baca Juga: Haji Isam Jaminkan Saham PGUN-JARR ke Bank Mandiri, Analis Ungkap Dampaknya
Baca Juga: Low Tuck Kwong Kembali Beli Saham BYAN, Kini Senilai Rp1,12 Triliun
Baca Juga: Emiten Haji Isam TEBE Mau Garap Bisnis BBM, Ini Strateginya
PT Eshan Agro Sentosa, selaku pengendali PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menjaminkan sekitar 7,99 miliar saham atau 100% kepemilikannya di perusahaan tersebut. Sementara itu, Araya Agro Lestari, pengendali PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), menjaminkan sekitar 2,2 miliar saham atau seluruh kepemilikannya.
Meski dijaminkan sebagai agunan pinjaman, transaksi tersebut tidak mengubah pengendalian atas JARR maupun PGUN. Eshan Agro Sentosa tetap menjadi pengendali JARR, sedangkan Araya Agro Lestari tetap mengendalikan PGUN. Transaksi itu juga tidak mengubah jumlah modal ditempatkan dan disetor kedua perusahaan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: