Gandeng Institusi Kehutanan Vietnam, MUTU International Kembangkan Bisnis di Kawasan Indochina
Kredit Foto: Istimewa
PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU International) memperluas strategi bisnis internasional dengan mengembangkan usaha di Vietnam dan menjajaki peluang pasar di kawasan Indochina, termasuk Laos dan Kamboja.
Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi (Testing, Inspection, and Certification/TIC), sekaligus memperkuat kemitraan dan membuka peluang pertumbuhan di Asia Tenggara.
Pengembangan bisnis tersebut diperkuat melalui kunjungan kerja Presiden Direktur MUTU International Arifin Lambaga, Wakil Presiden Direktur Roestiandi Tsamanov, dan tim Business Development ke Vietnam. Agenda kunjungan mencakup koordinasi dengan mitra lokal, pengembangan struktur operasional, serta penjajakan peluang di sektor kehutanan, lingkungan, pertanian, dan inspeksi halal.
Salah satu rencana yang dibahas adalah pembentukan kantor cabang resmi di Vietnam untuk memperkuat fondasi operasional perusahaan di negara tersebut.
Presiden Direktur MUTU International Arifin Lambaga mengatakan Vietnam berpotensi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan bisnis perusahaan di kawasan Asia.
"Vietnam memiliki potensi strategis untuk menjadi salah satu penggerak pertumbuhan bisnis MUTU International di kawasan. Kami melihat peluang yang semakin terbuka untuk memperluas layanan, membangun kemitraan yang lebih kuat, dan menghadirkan solusi pengujian, inspeksi, serta sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri di tingkat regional. Ke depan, kami ingin menjadikan pengembangan bisnis di Vietnam sebagai fondasi untuk menjangkau pasar yang lebih luas di Asia," ujar Arifin.
Dalam kunjungan tersebut, MUTU International juga menindaklanjuti nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Forestry Science Institute of South Vietnam (FSISV), lembaga di bawah Viet Nam Academy of Forest Sciences.
Bersama Direktur FSISV, Dr. Kieu Tuan Dat, perusahaan membahas peluang implementasi kerja sama di bidang kehutanan dan lingkungan. Kolaborasi ini diharapkan membuka ruang pengembangan layanan, pertukaran keahlian, serta peluang bisnis yang berkaitan dengan kebutuhan industri kehutanan dan pertanian.
Untuk memperluas penetrasi pasar, perwakilan MUTU International di Vietnam juga membangun jaringan melalui asosiasi kehutanan dan pertanian setempat.
Wakil Presiden Direktur MUTU International Roestiandi Tsamanov menilai kemitraan lokal menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan bisnis di pasar internasional.
"Ekspansi regional tidak hanya berkaitan dengan memperluas jangkauan geografis, tetapi juga membangun ekosistem kemitraan yang kuat dan memahami kebutuhan pasar setempat. Melalui kolaborasi dengan institusi dan pelaku industri di Vietnam, kami optimistis MUTU International dapat mengembangkan layanan yang semakin relevan, memperkuat kepercayaan pelanggan, dan menciptakan peluang pertumbuhan baru di kawasan Asia Tenggara," katanya.
Selain kehutanan, pertanian, dan lingkungan, MUTU International melihat peluang pengembangan layanan inspeksi halal di Vietnam.
Komisaris Utama MUTU International Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan inisiatif tersebut menjadi bagian dari diversifikasi layanan perusahaan sekaligus merespons kebutuhan pelaku usaha dalam perdagangan lintas negara.
"Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya diversifikasi portofolio layanan sekaligus merespons kebutuhan pelaku usaha yang menjalankan aktivitas perdagangan lintas negara," ujar Sandiaga.
Layanan inspeksi halal dijadwalkan memasuki tahap awal pelaksanaan pada 17 Oktober 2026. MUTU International Vietnam juga dijadwalkan berpartisipasi dalam Vietnam Foodtech 2026 pada 21–24 Oktober 2026 untuk memperkenalkan layanan tersebut dan portofolio jasa TIC lainnya kepada pelaku industri serta calon mitra bisnis.
Pengembangan layanan ini diharapkan dapat memperluas akses pasar dan mendukung kebutuhan rantai pasok perdagangan internasional, termasuk perdagangan produk halal antara Indonesia dan Vietnam.
MUTU International juga melihat peluang pengembangan bisnis di Laos dan Kamboja, seiring interaksi bisnis perusahaan-perusahaan dari kedua negara yang menjalankan aktivitas usaha di Vietnam.
Perusahaan akan memetakan kebutuhan pasar di Laos dan Kamboja untuk mengidentifikasi layanan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi yang relevan bagi pelaku usaha di kedua negara tersebut. Vietnam diharapkan dapat menjadi basis pengembangan bisnis regional sebelum perusahaan memperluas jangkauan secara bertahap ke pasar Indochina.
Baca Juga: Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang hingga 2028, Ini Ketentuannya
Sandiaga mengatakan kebutuhan terhadap kualitas, kepatuhan, keamanan, dan keberlanjutan membuka peluang pertumbuhan bagi industri TIC di Asia.
"Peluang pertumbuhan industri TIC di Asia semakin terbuka seiring meningkatnya kebutuhan terhadap kualitas, kepatuhan, keamanan, dan keberlanjutan. Kami melihat pengembangan bisnis di Vietnam dan kawasan Indochina sebagai langkah strategis untuk membangun kehadiran MUTU International yang semakin kuat di tingkat regional. Dengan strategi ekspansi yang terukur dan kemitraan yang tepat, kami optimistis dapat memperluas peluang bisnis sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di pasar Asia," katanya.
MUTU International merupakan perusahaan jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi yang berdiri sejak 1990. Perusahaan terus mengembangkan kompetensi, jaringan kemitraan, dan cakupan layanan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional, termasuk di sektor kehutanan, pertanian, lingkungan, dan keberlanjutan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: