Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Terkait dengan Israel, Malaysia Larang Warganya Pakai Aplikasi Navigasi Waze

Terkait dengan Israel, Malaysia Larang Warganya Pakai Aplikasi Navigasi Waze Kredit Foto: Freepik.com
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Malaysia menginstruksikan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) menghentikan penggunaan aplikasi navigasi Waze. Kebijakan tersebut diambil setelah rapat Komite Keamanan Siber Nasional (JKSN) pada Selasa (20/10/2026), dengan latar belakang kekhawatiran mengenai asal-usul aplikasi tersebut dari Israel.

‎Dikutip dari The New Straits Times, Rabu (21/10/2026), Sekretaris Kepala Pemerintah Malaysia, Tan Sri Shamsul Azri Abu Bakar, meminta seluruh kementerian dan lembaga memastikan aturan tersebut segera diterapkan kepada pegawai di bawah pengawasan masing-masing.

‎"Seluruh sekretaris jenderal kementerian dan kepala departemen harus memastikan keputusan ini disampaikan kepada seluruh pegawai di bawah pengawasan mereka, termasuk mereka yang berada di lembaga dan departemen terkait, untuk segera dilaksanakan,” katanya.

‎Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan seluruh instansi terhadap keputusan tersebut. Pelaksanaan kebijakan ini dikoordinasikan oleh Badan Keamanan Siber Nasional (Nacsa) di bawah Dewan Keamanan Nasional (NSC), Departemen Perdana Menteri Malaysia.

‎Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya menyatakan pemerintah sedang menyelidiki potensi risiko keamanan yang berkaitan dengan penggunaan Waze. Ia menilai persoalan yurisdiksi hukum yang mengikat aplikasi tersebut perlu menjadi perhatian.

‎"Kita tidak boleh berkompromi mengenai keamanan data dan identitas masyarakat," kata Anwar dalam unggahan Facebook, dikutip Reuters, Rabu (21/10/2026).

‎Meski demikian, Anwar tidak memerinci risiko keamanan yang dimaksud maupun menjelaskan secara terbuka temuan penyelidikan pemerintah.

‎Waze merupakan aplikasi navigasi yang didirikan di Israel. Layanan ini memanfaatkan sinyal satelit dan data dari para pengemudi untuk menyajikan informasi lalu lintas secara langsung. Pada 2013, Google, perusahaan di bawah Alphabet, mengakuisisi Waze dengan nilai sekitar 1 miliar dolar AS.

Baca Juga: Tukar Kepentingan, Houthi Disebut Pakai Teknologi Iran dan China hingga Bisa Jangkau Israel

‎Sebagai alternatif, Anwar merekomendasikan TuJu, aplikasi navigasi lokal yang dikembangkan Otoritas Jalan Raya Malaysia bekerja sama dengan Prosignal Consortium Sdn Bhd. Aplikasi tersebut tersedia melalui Google Play Store dan Apple App Store.

‎TuJu menawarkan berbagai fitur, mulai dari panduan rute, jarak tempuh, perkiraan waktu kedatangan, biaya tol, hingga informasi lalu lintas secara real-time. Aplikasi ini juga menyediakan informasi fasilitas tempat istirahat, akses CCTV langsung, dan bantuan darurat.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: