Wakilnya Koster di Bali Lepas Tangan Soal Krisis BBM: Tidak Ada Visi dan Misi Wakil Gubernur
Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta akhirnya buka suara merespons rentetan kritik tajam yang mempertanyakan keberadaannya saat wilayahnya dilumpuhkan oleh krisis bahan bakar minyak (BBM).
Giri Prasta berdalih bahwa dirinya terikat oleh koridor aturan. Ia menegaskan bahwa dalam sistem pemerintahan daerah, seorang wakil diharamkan untuk tampil lebih dominan atau mengambil alih panggung pimpinan utamanya, dalam hal ini adalah Gubernur Bali Wayan Koster.
Baca Juga: Pengusaha Singapura Sindir Prabowo: Terima Kasih Sudah Menjadi Contoh Buruk Pemimpin Sebuah Negara
"Sebagai wakil pasti tidak boleh melampaui gubernur, tidak boleh," kata Wagub Giri Prasta dikutip Rabu (28/10/2026).
Ia secara eksplisit menolak anggapan bahwa dirinya lepas tangan, dengan melemparkan argumen absolut terkait posisi politiknya.
"Saya sadar betul sebagai wakil gubernur, visi dan misi pun tidak ada visi dan misi wakil gubernur," tuturnya.
Terkait ketiadaannya di titik-titik krusial krisis, ia mengklaim bahwa dirinya tidak berdiam diri, melainkan menjalankan pembagian tugas yang kurang terekspos media.
Ia menjelaskan bahwa pada awal rapat krisis, pihaknya mendapatkan janji manis dari Pertamina. Ketika janji tersebut meleset dan memaksa gubernur bergerak cepat mendatangi berbagai pihak, ia mengaku mendapat mandat untuk mengawal sektor energi lain di belakang layar.
Ia mengklaim difokuskan untuk menjaga stabilitas pasokan listrik guna mencegah terjadinya krisis ganda berupa pemadaman total (blackout).
Adapun Pertamina Patra Niaga mengevaluasi operasional secara berkala guna memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman setelah penerapan ganjil genap pembelian pertalite di Bali.
“Kami mempertimbangkan perkembangan kebutuhan bahan bakar di masing-masing wilayah dan nasional,” kata Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi.
Ia mengatakan akan terus berkoordinasi dengan pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), kemudian Terminal BBM (IT) Manggis di Kabupaten Karangasem dan Terminal BBM Sanggaran di Denpasar yang menampung pasokan BBM di seluruh Bali.
Baca Juga: Pengusaha Singapura: Terima Kasih Prabowo, Dunia Jadi Sadar Harus Waspada Berbisnis dengan Indonesia
Tujuannya untuk memastikan kesiapan operasional serta menyesuaikan suplai bahan bakar minyak dengan kebutuhan masyarakat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: