Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gandeng 197 Rumah Sakit dan 336 Puskesmas, Pramono Kebut Eliminasi TBC di Jakarta

Gandeng 197 Rumah Sakit dan 336 Puskesmas, Pramono Kebut Eliminasi TBC di Jakarta Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pramono mengapresiasi upaya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dalam meningkatkan penemuan dan penanganan kasus TBC. Namun ia menegaskan, upaya tersebut harus konsisten dan berkelanjutan.

“Saya memberikan dukungan sepenuhnya agar pada 2030 eliminasi TBC di Jakarta benar-benar bisa terwujud. Upaya ini tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Saya berharap kebijakannya tetap berlanjut meskipun terjadi pergantian kepemimpinan,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).

Menurut Pramono, tingginya mobilitas penduduk Jakarta dan kawasan metropolitan sekitarnya membutuhkan sistem penanganan TBC yang terintegrasi. Ia meminta koordinasi antara rumah sakit pemerintah, swasta, TNI-Polri, puskesmas, dan masyarakat terus diperkuat.

Jakarta saat ini memiliki 197 rumah sakit termasuk 31 rumah sakit umum daerah (RSUD), serta 44 puskesmas kecamatan dan 292 puskesmas pembantu. Pramono meminta jaringan fasilitas kesehatan tersebut dimanfaatkan optimal untuk meningkatkan jangkauan pemeriksaan dan pelayanan TBC.

Mantan Sekretaris Kabinet itu juga menegaskan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan harus memperoleh akses tanpa dibatasi kepemilikan KTP Jakarta. Penanganan penyakit menular, kata dia, memerlukan kerja sama lintas wilayah agar pengendalian berjalan efektif.

Baca Juga: Tegas! Pramono Tolak Tuntutan Warga Soal Masuk Ancol Gratis

Selain fasilitas kesehatan, Pramono mendorong keterlibatan kader PKK, Dasawisma, dan unsur masyarakat di tingkat lingkungan untuk memperluas edukasi dan membantu menjangkau warga yang membutuhkan pemeriksaan.

Peran Pasukan Putih yang saat ini berjumlah 584 personel juga dinilai dapat mendukung upaya kesehatan berbasis komunitas sesuai tugas dan kewenangannya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus menegaskan percepatan eliminasi TBC merupakan program prioritas pemerintah pusat. Kemenkes terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh jaringan rumah sakit.

Menurut Benjamin, peningkatan penemuan kasus harus diikuti penanganan yang tepat serta evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas program.

“Perkembangan dari angka-angka yang dilaporkan Dinas Kesehatan DKI menunjukkan peningkatan, baik dalam penemuan kasus maupun sosialisasi kepada masyarakat. Kami mengumpulkan seluruh direktur rumah sakit untuk mencari hal-hal yang masih perlu diperbaiki dan menyusunnya agar program pada 2027 lebih baik,” tutup Benjamin.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Istihanah