Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bawa Delapan Kategori Solusi, Galva Technologies Perkenalkan Ekosistem Smart Hospital

Bawa Delapan Kategori Solusi, Galva Technologies Perkenalkan Ekosistem Smart Hospital Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dukung transformasi digital rumah sakit, PT Galva Technologies Tbk (GTC) memperkenalkan delapan kategori solusi teknologi. Solusi tersebut mencakup teknologi medis berbasis kecerdasan buatan (AI), pengelolaan dokumen, keselamatan rumah sakit, hingga pemantauan operasional.

Rangkaian solusi itu diperkenalkan melalui partisipasi GTC dalam Hospital Expo 2026 dengan tema “Towards a Smarter Hospital Ecosystem”. Perusahaan menyoroti pentingnya integrasi teknologi untuk mendukung pelayanan pasien dan efisiensi operasional rumah sakit.

Delapan kategori solusi yang ditawarkan GTC meliputi AI Medical Technology, Intelligent Document Solutions, Inpatient Care, Safe Hospital, Patient Experience, Command Centre, Corporate Wellness, dan SuperApp Hospital.

Menurut GTC, integrasi berbagai sistem dapat membantu menyederhanakan proses registrasi, memperbaiki alur informasi, serta meningkatkan pemantauan operasional. Penerapannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah sakit, termasuk kesiapan infrastruktur, keamanan data, dan sistem yang telah digunakan.

Head of Sales Smart Solutions Health Service PT Galva Technologies Tbk, Irwin Supriyanto, mengatakan pengembangan rumah sakit cerdas membutuhkan pendekatan ekosistem. Integrasi AI, infrastruktur digital, pengalaman pasien, dan solusi cerdas dinilai penting agar proses digitalisasi berjalan secara terhubung.

Pengembangan rumah sakit cerdas di Indonesia juga berkaitan dengan kebutuhan integrasi data kesehatan. Salah satu inisiatif yang disebut dalam konteks tersebut adalah SATUSEHAT, platform integrasi data kesehatan yang dikembangkan Kementerian Kesehatan.

Selain itu, SNI 9459:2026 tentang Smart Hospital menjadi salah satu rujukan dalam pembahasan standar rumah sakit cerdas di Indonesia. Perkembangan ini menempatkan kesiapan infrastruktur dan kemampuan integrasi sebagai aspek yang perlu diperhatikan dalam digitalisasi layanan kesehatan.

GTC menilai keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh jumlah teknologi yang diterapkan, tetapi juga kesesuaiannya dengan kebutuhan dan tujuan rumah sakit. Karena itu, pemilihan solusi perlu mempertimbangkan kondisi operasional dan prioritas masing-masing institusi.

Melalui partisipasinya dalam Hospital Expo 2026, GTC membuka ruang diskusi dengan pengelola rumah sakit, tenaga profesional kesehatan, dan mitra industri mengenai penerapan teknologi yang terintegrasi, aman, serta berorientasi pada kebutuhan pasien.

Perusahaan menyatakan akan terus mendukung rumah sakit dalam mengeksplorasi dan mengintegrasikan teknologi untuk membantu meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pasien.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: