Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba PT Vale Melonjak 180%, Produksi Nikel Matte Justru Turun

Laba PT Vale Melonjak 180%, Produksi Nikel Matte Justru Turun Kredit Foto: PT Vale Indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba bersih sebesar US$147,12 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut melonjak 180,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$52,45 juta. Menariknya, kenaikan laba tersebut terjadi ketika produksi nikel dalam matte perusahaan justru mengalami penurunan secara tahunan.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026, pendapatan PT Vale mencapai US$896,07 juta, meningkat 27% dibandingkan US$705,39 juta pada periode Januari-September 2025. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto perusahaan juga meningkat signifikan menjadi US$221,41 juta dari sebelumnya US$73,49 juta.

Kenaikan kinerja keuangan tersebut tidak terlepas dari semakin besarnya kontribusi penjualan bijih nikel dalam portofolio bisnis perusahaan. Berdasarkan rincian pendapatan, penjualan nikel matte menghasilkan US$684,08 juta sepanjang sembilan bulan 2026, relatif meningkat dibandingkan US$661,90 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan dari penjualan bijih nikel, baik kepada pihak berelasi maupun pihak ketiga, mencapai US$211,99 juta. Nilai tersebut meningkat tajam dibandingkan US$43,49 juta pada Januari-September 2025. Dengan demikian, pendapatan dari penjualan bijih nikel tumbuh sekitar 387,4% secara tahunan dan menjadi salah satu kontributor penting terhadap peningkatan pendapatan perusahaan.

Dari sisi volume, penjualan bijih nikel di Blok Bahodopi mencapai 2,38 juta wet metric tons (wmt) sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat dari 617.519 wmt pada periode yang sama tahun lalu. Adapun Blok Pomalaa mencatat penjualan 1,90 juta wmt, melonjak dibandingkan 278.745 wmt pada Januari-September 2025.

Di tengah peningkatan kontribusi penjualan bijih nikel tersebut, produksi nikel dalam matte PT Vale tercatat sebesar 48.114 metrik ton sepanjang Januari-September 2026. Jumlah tersebut lebih rendah 12,5% dibandingkan produksi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 54.975 ton. Penjualan nikel matte juga mengalami penurunan dari 54.675 ton menjadi 47.817 ton.

Meski demikian, kinerja produksi mulai menunjukkan pemulihan pada kuartal III 2026. PT Vale memproduksi 18.341 ton nikel matte pada periode tersebut, meningkat dibandingkan 16.153 ton pada kuartal II 2026. Perusahaan menyebut capaian tersebut sebagai produksi triwulanan tertinggi sepanjang 2026 setelah pelaksanaan pemeliharaan besar pada awal tahun. Peningkatan ketersediaan peralatan dan stabilitas operasional pabrik turut mendukung kenaikan produksi.

Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan PT Vale meningkat 6,8% menjadi US$674,66 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan US$631,90 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan biaya tersebut masih berada di bawah pertumbuhan pendapatan yang mencapai 27%, sehingga laba bruto perusahaan meningkat lebih dari dua kali lipat.

Namun, peningkatan laba secara kumulatif belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kuartalan. Pada kuartal III 2026, PT Vale membukukan laba bersih US$42,75 juta, turun dibandingkan US$60,77 juta pada kuartal sebelumnya. Padahal, pendapatan pada periode yang sama meningkat dari US$290,41 juta menjadi US$353 juta.

Baca Juga: DPR Sentil Vale dan Perusahaan Tambang, CSR Dinilai Tak Sinkron dengan Kebutuhan Daerah

Baca Juga: Ekspansi Smelter Bauksit Dibayangi Oversupply, Satgas Hilirisasi Lepas Tangan?

Kondisi tersebut terjadi seiring meningkatnya beban pokok pendapatan pada kuartal III menjadi US$283,88 juta dari US$194,86 juta pada kuartal sebelumnya. Perusahaan menjelaskan bahwa aktivitas operasional yang lebih tinggi turut meningkatkan konsumsi energi, terutama marine fuel oil (MFO) dan batubara, yang masing-masing naik 6% dan 12% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Ke depan, PT Vale menyatakan akan melanjutkan optimalisasi produksi nikel matte, meningkatkan kontribusi penjualan bijih nikel dari wilayah pertumbuhan, serta mendorong pengembangan proyek hilirisasi strategis. Salah satu perkembangan yang dicapai adalah mechanical completion pertama untuk Line 1 dan Line 2 proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) Pomalaa sebagai bagian dari pengembangan bisnis hilir perusahaan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra