BPGMN Kembangkan SAGARA, Sistem Terintegrasi untuk Pantau Gambut dan Mangrove
Kredit Foto: Istimewa
Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) tengah menyempurnakan rancangan Sistem Analisis Gambut dan Mangrove Nusantara (SAGARA). Platform ini disiapkan sebagai pusat data terintegrasi bagi berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove di Indonesia.
Finalisasi rancangan SAGARA berlangsung di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, pada Kamis (30/10/2024). Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Kepala BPGMN, Mayjen TNI Sriyanto, dan dihadiri perwakilan Universitas Sriwijaya, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Forkopimda, serta organisasi masyarakat sipil.
Sriyanto menjelaskan, SAGARA tidak hanya berfungsi sebagai peta digital. Sistem ini dikembangkan dengan teknologi spasial dan kecerdasan buatan (AI) untuk menjadi pusat pertukaran data, sumber pengetahuan, sekaligus sarana peringatan dini.
Platform tersebut dirancang untuk mendeteksi potensi kebakaran lahan gambut dan kerusakan ekosistem mangrove. Informasi yang disajikan mencakup hasil analisis pakar serta laporan masyarakat yang telah diverifikasi.
Selain memetakan potensi kerawanan, SAGARA juga akan memberikan rekomendasi penanganan berdasarkan kondisi di lapangan. Sistem ini akan menganalisis ketersediaan sumber daya manusia, termasuk masyarakat serta personel TNI dan Polri, berikut dukungan infrastruktur yang tersedia.
Dengan informasi tersebut, upaya pencegahan dan penanganan diharapkan dapat dirancang lebih tepat sasaran dan efisien.
Pengembangan SAGARA melibatkan integrasi data dari sejumlah instansi, antara lain Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, dan BRIN. Setelah dikembangkan, portal ini direncanakan dapat diakses secara terbuka oleh publik.
Baca Juga: Roy Murtadho Sentil Pengusaha soal Gambut: Rakyat Cuma Dapat Debu dan Banjir
Akses terbuka tersebut diharapkan mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan gambut serta mangrove. Sistem ini juga ditujukan untuk membantu pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan berdasarkan data yang terintegrasi.
BPGMN berharap SAGARA tidak hanya menjadi tempat penyimpanan informasi, tetapi juga menghubungkan data dengan langkah nyata dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove di Indonesia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: