Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Penjualan mobil Chery di Indonesia terus tertekan sepanjang 2026. Di tengah pasar otomotif nasional yang tumbuh, distribusi mobil dari pabrikan ke diler justru menyusut hampir separuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales Chery sepanjang Januari-September 2026 mencapai 8.313 unit. Angka tersebut turun 45,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 15.160 unit.
Pelemahan semakin terlihat pada September 2026. Distribusi Chery hanya mencapai 446 unit, turun 41,8 persen dibandingkan Agustus yang masih mencatatkan 766 unit. Jika dibandingkan dengan September 2025 sebanyak 2.105 unit, penjualannya anjlok 78,8 persen.
Penurunan juga terjadi pada penjualan ritel atau retail sales, yang mencerminkan pengiriman kendaraan dari diler kepada konsumen.
Sepanjang Januari-September 2026, penjualan ritel Chery tercatat 8.675 unit, merosot 42,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 15.104 unit.
Khusus September, penjualan ritel hanya mencapai 466 unit. Jumlah itu turun 39,3 persen dari Agustus yang mencapai 768 unit dan anjlok 77,8 persen dibandingkan September 2025 sebanyak 2.102 unit.
Kinerja tersebut membuat pangsa pasar Chery ikut menyusut. Pangsa pasar wholesales pada Januari-September 2026 tercatat 1,2 persen, turun dari 2,7 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Produksi Jaecoo J5 Jadi Prioritas
Merosotnya distribusi Chery terjadi ketika pasar mobil nasional masih mencatatkan pertumbuhan. Gaikindo mencatat, penjualan wholesales mobil nasional sepanjang Januari-September 2026 mencapai 679.020 unit, naik 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Robot AiMOGA Chery Diperkenalkan, dari Pendamping Keluarga hingga Pengatur Lalu Lintas
Presiden Direktur Chery Group Indonesia Zeng Shuo menjelaskan, salah satu faktor di balik penurunan distribusi adalah pengaturan kapasitas produksi. Perusahaan kini memprioritaskan model-model yang memiliki permintaan tinggi, termasuk Jaecoo J5 yang masih memiliki antrean konsumen.
Prioritas tersebut berdampak pada produksi model lain yang berada dalam kelompok Chery. Menurut Zeng, penyesuaian lini produksi membuat sebagian model mengalami keterlambatan produksi dan distribusi.
"Jadi masih ada unit lama, jadi production unit model lain akan sedikit delay juga," kata Zeng.
Manajemen berupaya menyeimbangkan kapasitas produksi agar distribusi model lain kembali membaik. Zeng juga menyebut Chery Q sebagai salah satu model baru yang mendapat respons pasar.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi Chery untuk memulihkan penjualan di Indonesia. Di satu sisi, perusahaan harus memenuhi permintaan terhadap model yang sedang populer. Di sisi lain, keterlambatan produksi model lain berpotensi menekan volume distribusi dan mempersempit pangsa pasar di tengah persaingan merek otomotif yang semakin ketat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman