Kredit Foto: Antara/Henry Purba
Perum Bulog memastikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 4,6 juta ton yang tersimpan di jaringan gudang di seluruh Indonesia terjaga mutunya menjelang akhir tahun.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa besarnya stok wajib diiringi kualitas yang terjaga.
"Stok yang besar tidak berarti apa-apa jika mutunya tidak terjaga. Di balik setiap karung beras ada jerih payah petani dan amanah masyarakat. Karena itu setiap tahapan, dari penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran, harus dijalankan dengan disiplin, jujur, dan penuh tanggung jawab," ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Stok beras tersebut tersimpan di gudang berkapasitas total 6,7 juta ton, dengan tingkat keterisian sekitar 70%. Kapasitas gudang tersebut terdiri atas gudang operasional 3,2 juta ton dan gudang sewa/filial 3,5 juta ton. Sehingga, Bulog masih memiliki sisa ruang simpan 2 juta ton untuk menyerap hasil panen petani.
Lebih lanjut, Ahmad mengutarakan, petugas Bulog terus menjalankan prosedur pengelolaan mutu cadangan beras sesuai standar operasional.
Meliputi pemeriksaan fisik beras secara berkala untuk memantau kondisi dan kualitas selama penyimpanan, pengawasan kebersihan dan kondisi lingkungan gudang agar beras terlindung dari hama dan kelembapan, serta pengendalian administrasi persediaan agar data stok tertib, akurat, dan akuntabel.
Baca Juga: Tindak Lanjut Pengoplosan Beras SPHP, 6 Pegawai Bulog Bebas Tugas
Baca Juga: Beras Bulog Menumpuk 4,5 Juta Ton, Stok RI 22 Kali Lipat Malaysia
"Setiap karung yang diperiksa, setiap gudang yang dijaga, dan setiap penyaluran yang dilaksanakan adalah bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara. Kepercayaan masyarakat harus kita buktikan melalui kerja nyata setiap hari," ungkap dia.
Dengan jumlah stok cadangan beras pemerintah yang kuat tersebut Bulog menjamin kesiapan penugasan pemerintah di bidang pangan, seperti stabilisasi pasokan dan harga, bantuan pangan, serta penanganan kebutuhan darurat bencana khususnya menghadapi momen natal dan tahun baru.
"Melalui penguatan pengawasan mutu, kedisiplinan, dan integritas seluruh jajaran, Bulog berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat dan menghargai perjuangan petani, sehingga setiap amanah pangan dikelola penuh tanggung jawab," pungkas Ahmad.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan