Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Yard Charts Rilis Tampilan Baru Berbahasa Indonesia untuk Pantau Saham AS dan Kripto

Yard Charts Rilis Tampilan Baru Berbahasa Indonesia untuk Pantau Saham AS dan Kripto Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Yard Charts, platform pemindai pola grafik otomatis asal Italia, memperbarui tampilan platformnya untuk mempermudah trader, termasuk di Indonesia, memantau pola teknikal saham Amerika Serikat dan aset kripto. Pembaruan ini mencakup dasbor alert yang lebih ringkas, dua pola teknikal baru, tampilan mobile yang didesain ulang, serta dukungan Bahasa Indonesia.

CEO Yard Charts, Ulrico Bracci, mengatakan pembaruan ini berangkat dari kebutuhan pengguna untuk memahami platform dengan lebih cepat.

“Pengguna pada dasarnya ingin memahami apa itu Yard Charts dan bagaimana memanfaatkannya secara maksimal. Namun, banyak yang kesulitan bahkan dengan konsep paling sederhana, seperti perlunya menentukan harga untuk membeli atau menjual, dan tidak punya waktu atau minat untuk membaca penjelasan di bagian resources,” ujar Bracci.

“Karena itu, kami membuat antarmuka yang memungkinkan pengguna memahami Yard Charts dan nilai utamanya cukup dengan menggunakannya dan menikmati prosesnya. Sekilas, pengguna kini bisa menilai risikonya, melihat seberapa jauh posisinya di atas atau di bawah acuan, dan mengoperasikan Yard Charts semudah dan semenyenangkan bermain video game. Belajar sambil bersenang-senang,” tambahnya.

Memindai Ribuan Aset Secara Otomatis

Yard Charts bekerja dengan memindai grafik harga berbagai instrumen pasar untuk menemukan pola teknikal tertentu, yaitu bentuk pergerakan harga yang biasa dipakai trader untuk membaca kecenderungan pasar. Menurut perusahaan, sistemnya memindai lebih dari 13.000 saham, ETF, pasangan mata uang (forex), dan aset kripto setiap hari. Selain itu, 270 aset paling likuid dipindai setiap jam.

Hasil pemindaian ditampilkan dalam Dasbor Alert yang mengelompokkan pola ke dalam dua kategori: bullish, yang mengarah pada potensi kenaikan harga, dan bearish, yang mengarah pada potensi penurunan. Dasbor ini juga menampilkan indikator Luas Pasar, yang menunjukkan perbandingan jumlah pola bullish dan bearish yang terdeteksi pada hari tersebut. Indikator ini memberi gambaran umum kondisi pasar, tetapi tidak menunjukkan arah pergerakan harga selanjutnya.

Pengguna juga dapat menyaring alert berdasarkan jenis pasar dan tingkat likuiditas aset, mulai dari peringkat A+ untuk aset paling likuid hingga I untuk aset yang tidak likuid.

Saat membuka sebuah alert, pengguna akan melihat grafik yang dilengkapi garis pola, level harga masuk (entry), level batas kerugian (sell stop), serta zona potensi kenaikan dan zona risiko. Platform juga menampilkan persentase risiko berdasarkan selisih antara level entry dan batas kerugian, yang dapat membantu trader menentukan batas risiko sebelum bertransaksi.

Pantau Pola Saham AS dari Indonesia

Selain kripto, Yard Charts memantau saham yang tercatat di bursa Amerika Serikat, yaitu Nasdaq dan NYSE. Bursa Nasdaq banyak diisi saham teknologi dan perusahaan bertumbuh. Sebagai gambaran, pada 30 Oktober 2026, dasbor Yard Charts mencatat 103 alert dari Nasdaq dan 102 alert dari NYSE.

Alert harian untuk saham AS tersedia mulai paket Standard. Sementara itu, paket Premium menambahkan pemindaian setiap jam untuk 90 saham AS dan 60 ETF AS yang paling likuid. Pengguna paket gratis tetap bisa melihat pola dan grafik dari pasar saham AS, tetapi nama atau ticker sahamnya disembunyikan.

Yard Charts menegaskan bahwa alert yang ditampilkan merupakan hasil pemindaian pola teknikal secara otomatis, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Dua Pola Teknikal Baru

Dalam pembaruan ini, Yard Charts menambahkan dua pola baru, yaitu Horizontal Pullback yang bersifat bullish dan Horizontal Retracement yang bersifat bearish. Keduanya termasuk pola kelanjutan tren (continuation pattern), yaitu pola yang mengindikasikan tren yang sedang berjalan berpotensi berlanjut.

Horizontal Pullback terbentuk ketika harga dalam tren naik terkoreksi ke level horizontal tertentu, sementara Horizontal Retracement terbentuk ketika harga dalam tren turun sempat naik sebelum berpotensi kembali melemah.

Bracci menambahkan, konten edukasi di dalam platform juga diperbarui, terutama dari sisi visual. Dengan begitu, pengguna yang ingin memahami pola teknikal lebih dalam dapat mempelajarinya secara bertahap.

Tampilan Mobile dan Bahasa Indonesia

Yard Charts juga mendesain ulang tampilan mobile-nya. Menurut perusahaan, sekitar 70 persen penggunanya mengakses platform melalui perangkat seluler. Platform ini kini tersedia dalam Bahasa Indonesia, mulai dari menu hingga nama pola teknikal.

Yard Charts menyediakan tiga paket layanan. Paket gratis mencakup alert harian untuk aset kripto, ETF, forex, dan saham India. Paket Standard seharga US$20 per bulan (atau sekitar Rp.364,000) menambahkan alert harian untuk saham di bursa Nasdaq, NYSE, London Stock Exchange, dan Xetra. Sementara itu, paket Premium seharga US$30 per bulan (atau sekitar Rp.546,000) menambahkan alert setiap jam untuk 270 aset paling likuid. Paket berbayar diawali masa uji coba gratis selama tujuh hari.

Yard Charts menegaskan bahwa alert yang dihasilkan bersifat informatif dan bukan nasihat investasi. Pola yang terbentuk di masa lalu juga tidak menjamin hasil serupa di masa mendatang, sehingga pengguna tetap perlu melakukan analisis mandiri dan menerapkan manajemen risiko sebelum bertransaksi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Editor: Redaksi

Tag Terkait: