Portal Berita Ekonomi Senin, 26 September 2016

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Market Indices
  • href="Download_Data/" Today: />Download_Data/ Change: - Stock: May
  • href="Market_Summary/" Today: />Market_Summary/ Change: - Stock: Mar
  • href="MockTestReportingDRC/" Today: />MockTestReportingDRC/ Change: - Stock: Dec
  • href="testing_ab/" Today: />testing_ab/ Change: - Stock: Sep

Analisis Dampak Kenaikan BBM

Foto Berita Analisis Dampak Kenaikan BBM

WE.CO.ID 

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tahun ini diperkirakan akan berkontribusi pada melonjaknya angka inflasi sehingga mengoreksi pertumbuhan ekonomi yang pada gilirannya akan mempengaruhi kinerja industri perbankan.

Asisten Deputi Gubernur BI Mulya Effendi Siregar menjelaskan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi akan menaikkan inflasi sehingga menaikkan biaya produksi sektor usaha (risiko kredit meningkat).

"Kenaikan harga BBM membuat risiko kredit meningkat, bank akan lebih berhati-hati melepas kredit," kata Mulya Effendi Siregar.

Mulya menjelaskan secara umum kenaikan harga BBM bersubsidi akan menambah beban biaya para debitur (peminjam kredit) bank.

Dengan bertambahnya beban biaya tersebut, menurut Mulya, kemampuan debitur dalam melunasi utang kepada bank akan semakin mengecil.

"Seumpamanya debitur itu pengusaha tempe, dengan kenaikan BBM ongkos-ongkos dia untuk beli ini itu, pergi ke mana, akan naik. Sehingga keuntungan dia jadi mengecil, dan kemampuan untuk melunasi utang menjadi lebih kecil, bank harus berhati-hati melepas kredit," kata dia.

Menurut Mulya, dengan kondisi ekonomi global yang masih bergejolak saja, pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga (DPK) dan kredit bermasalah ("non performing loan"/NPL) pada 2013 telah mengalami revisi.

Dengan gejolak krisis global yang belum pulih pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan berada di kisaran 21,7-23,6 persen pada akhir tahun ini, dari proyeksi sebelumnya di kisaran 22,5-24,3 persen.

Di sisi lain DPK diproyeksikan sebesar 17-17,9 persen dari sebelumnya 17,5-18,5 persen, dan NPL diperkirakan meningkat pada kisaran 1,6-2,1 persen dari proyeksi sebelumnya 1,5-2 persen.

Biaya perbankan meningkat Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono mengatakan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi otomatis juga akan menaikkan inflasi, sehingga berdampak pada meningkatnya biaya perbankan.

"Secara jangka pendek pasti akan meningkatkan inflasi. Dan dampaknya pada meningkatnya biaya perbankan," kata Sigit.

Dia mengatakan belum menghitung secara pasti berapa kenaikan biaya perbankan yang akan disebabkan dari kenaikan harga BBM bersubsidi. Termasuk terkait kemungkinan adanya koreksi terhadap penyaluran kredit dan rasio kredit bermasalah perbankan.

"Kami tidak memiliki kemampuan menghitung berapa tingkat inflasi yang disebabkan kenaikan harga BBM. Sehingga kami juga belum sampai ke tahap perhitungan adanya koreksi terhadap penyaluran kredit maupun NPL perbankan," ujar dia.

Meskipun kenaikan harga BBM bersubsidi akan berkontribusi pada inflasi, namun Sigit mengaku optimistis dampaknya secara jangka panjang akan baik bagi perekonomian nasional termasuk sektor keuangan.

"Kebijakan kenaikan harga BBM ini dampaknya secara jangka panjang akan baik. Ini dapat mengurangi beban subsidi pemerintah di sektor energi," ucapnya.

Menurut kepala ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto, kenaikan harga BBM Rp500 per liter akan meningkatkan inflasi 0,7 persen. Kenaikan inflasi akan diikuti dengan kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) yang pada gilirannya akan direspon perbankan dengan kenaikan suku bunga dana (kenaikkan biaya bank).

"Kalau inflasi naik, maka BI Rate kemungkinan akan naik. Kalau sudah begitu nasabah perbankan akan meminta suku bunga simpanan naik juga, dan bank harus menaikkan suku bunga simpanan untuk mencegah nasabah menarik dananya," ujar Ryan.

Dia mengatakan dengan menaikkan suku bunga simpanan, bank harus berpikir ulang melakukan stabilisasi pengeluaran dan pendapatan. Sehingga bank akan ikut menaikkan suku bunga kredit untuk menjawab kenaikan suku bunga simpanan.

"Kalau suku bunga simpanan naik, maka otomatis suku bunga kredit harus naik juga agar stabil," kata dia.

Ryan mengatakan jika harga BBM naik dari Rp4.500 menjadi Rp6.000-Rp6.500, maka kontribusinya terhadap inflasi diperkirakan sebesar dua persen. Sehingga target inflasi 2013 yang ditargetkan sebesar 4,5 persen plus minus satu persen diperkirakan akan melonjak menjadi 5,5 persen hingga 6,5 persen.

"Dengan tingkat inflasi sedemikian lebih tinggi dari target, membuat daya beli masyarakat merosot tajam, daya beli buruh mungkin dapat terpangkas hingga 30 persen," ujar dia.

Meskipun kenaikan harga BBM diprediksikan menambah inflasi dua persen, namun dia menekankan bahwa kenaikan suku bunga kredit perbankan tidak akan serta merta mengikuti besaran kenaikan inflasi.

"Kenaikan suku bunga kredit tidak mesti mengikuti kenaikan inflasi sebesar dua persen. Perbankan itu menaikkan kredit hanya untuk stabilisasi atas biaya bunga simpanan yang meningkat," kata dia.

Lebih jauh Ryan mengatakan berdasarkan data yang dihimpun, meskipun kenaikan harga BBM bersubsidi naik, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tetap berada di atas enam persen.

Menurut dia pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 6,3-6,8 persen, Bank Dunia 6,2 persen, Bank Pembangunan Asia (ADB) 6,4 persen, dan konsensus ekonom diperkirakan 6,0-6,4 persen.

"BNI sendiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 6,1-6,4 persen, namun analisis ini belum final, baru perkiraan awal," kata dia.

APBN harus sehat Pemerintah menyatakan kenaikan harga BBM bersubsidi diperlukan untuk menyehatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta meminimalkan jebolnya anggaran subsidi.

Pemerintah dalam APBN 2013 memberikan pagu belanja subsidi energi sebesar Rp274,7 triliun dengan perincian subsidi listrik Rp80,9 triliun dan subsidi BBM Rp193,8 triliun dengan volume sebesar 46 juta kiloliter.

Kuota volume BBM bersubsidi diprediksi dapat mencapai 53 juta kiloliter dan mengganggu fiskal, apabila tidak ada kebijakan yang memadai untuk mengendalikan konsumsi BBM, yang jumlahnya semakin meningkat setiap tahun.

Sempat bergulir sejumlah opsi pengendalian BBM dari pemerintah antara lain membatasi konsumsi BBM bersubsidi bagi mobil pribadi, kenaikan harga BBM bersubsidi sekaligus penyediaan BBM jenis baru seharga Rp7.000 per liter, kenaikan BBM Rp6.500-Rp7.000 per liter hanya bagi mobil pribadi, dan kenaikan BBM secara merata dengan kisaran harga di bawah Rp6.500 per liter.

Pemerintah sempat mengisyaratkan kecenderungannya mengambil kebijakan kenaikan BBM dengan harga di bawah Rp6.500 per liter yang berlaku bagi seluruh kendaraan sekaligus memberikan kompensasi kepada masyarakat miskin atas kenaikan harga tersebut.

Menurut Anggota Komisi XI DPR RI Maruarar Sirait, upaya menyehatkan APBN tidak harus dengan menaikkan harga BBM. Menurut dia masih ada opsi lain seperti meningkatkan efisiensi perjalanan dinas kementerian/lembaga (K/L) dan meningkatkan bea masuk sektor pertambangan.

"Sebaiknya harga BBM tidak naik. Masih ada cara lain untuk menghemat anggaran negara misalnya dengan meningkatkan efisiensi perjalanan dinas kementerian/lembaga dan bea masuk sektor pertambangan seperti batu bara," kata Maruarar.

Politisi PDIP itu mengatakan apabila pemerintah memperkitakan anggaran negara akan jebol sebesar Rp30 triliun tanpa kebijakan pengendalian BBM bersubsidi. Maka dengan melakukan peningkatan bea masuk sektor pertambangan batu bara, menurut dia potensi pendapatan negara bisa mencapai Rp48 triliun.

"Harus ada langkah instrumen fiskal untuk meningkatkan penerimaan negara. Peningkatan bea masuk dan efisiensi perjalanan dinas kementerian/lembaga itu bisa menutupi jebolnya anggaran akibat BBM, apalagi menurut audit Badan Pemeriksa Keuangan memang ada pemborosan di sektor itu," kata dia.

Kepala Ekonom Bni Ryan Kiryanto menambahkan, apabila upaya penyehatan APBN ditempuh dengan menaikkan harga BBM bersubsidi, maka pemerintah harus mewaspadai beberapa hal, antara lain, waktu kenaikan harga BBM yang harus tepat, mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi infrastruktur dan memperhatikan kepentingan masyarakat ekonomi bawah.

"Suka atau tidak suka, cepat atau lambat pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin menyehatkan APBN. Tidak ada satu pun kebijakan yang bisa memuaskan banyak pihak," ujar dia.

Ryan mengatakan di sisi waktu, pemerintah harus menaikkan harga BBM bersubsidi pada bulan Mei di mana pada bulan ini tingkat inflasi masih tergolong rendah.

"Jika kenaikan setelah Mei, dampak kepada inflasi akan lebih berat serta penghematan akan kurang maksimal," kata dia.

Sementara itu pemerintah juga diminta mempercepat penyerapan anggaran belanja. Tujuannya agar ketika harga BBM naik pemerintah bisa membangun infrastruktur untuk mempermudah pelaku usaha menjalankan bisnis yang pada gilirannya akan mendorong perekonomian.

Pemerintah menurut dia, juga perlu memberikan perhatian kepada masyarakat ekonomi bawah. Salah satunya bisa dengan mengkomunikasikan kenaikan BBM bersubsidi dari sudut pandang masyarakat ekonomi bawah, sehingga masyarakat bisa mengerti pentingnya kenaikan harga BBM bersubsidi bagi APBN dan fiskal. (Antara)


Foto: SY

Penulis: ***

Editor: Ihsan

Executive Brief

  • WSKT - PT Waskita Karya (Persero) Tbk. siap membangun jalan tol di atas laut dengan mendirikan PT Tol Teluk Balikpapan dengan proyeksi investasi Rp5,2 triliun.

  • AMRT - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) memproyeksikan jumlah gerai Alfamart di Filipina akan mencapai 400 gerai pada tahun depan.

  • Perbankan - BI berencana untuk menurunkan batas maksimum (capping) suku bunga kartu kredit menjadi 2,24% per bulan atau 26,95% per tahun.

  • Properti - PT Wijaya Karya Realty mulai memasarkan proyek hunian vertikal berklasifikasi high rise Tamansari Skylounge Makassar.

  • Infrastruktur - Asosiasi Tol Indonesia mengusulkan kepada pemerintah untuk menggunakan sistem penilaian baru yang lebih fleksibel dalam proses lelang investasi jalan tol.

  • Pilgub DKI - Pasangan  Anies Baswedan dan Sandiaga Uno terus bekerja untuk menyerap aspirasi warga Jakarta.

  • Wisman - Wisatawan Prancis yang pesiar ke Indonesia selama musim panas Juli dan Agustus 2016 alami peningkatan 35 persen, kalahkan Thailand untuk pertama kalinya.

  • Tokyo - Caroline Wozniacki berhasil meraih gelar Pan Pacific Open usai mengalahkan pemain tuan rumah Naomi Osaka 7-5, 6-3.

  • IRTA - International Road Racing Teams Association (IRTA) akan memberikan sangsi kepada pembalap MotoGP yang mengacungkan jari tengah saat test maupun balapan.

  • Aragon - Marc Marquez berhasil merebut Pole Position GP Aragon, Spanyol.

  • Playstation 4 Pro - Sony dikabarkan siap merilis Playstation 4 Pro November mendatang.

  • Korea Open - Monica Niculescu mengalahkan Zhang Shuai 6-0, 6-4 untuk melaju ke partai Final Korea Open.

  • Minnesota - Kevin Garnet mengumumkan pensiun setelah 21 tahun berkarir di NBA.

  • Spanyol - Marc Marquez berhasil menjadi juara di GP Aragon, Spanyol.

  • WSKT - PT Waskita Karya (Persero) Tbk. siap membangun jalan tol di atas laut dengan mendirikan PT Tol Teluk Balikpapan dengan proyeksi investasi Rp5,2 triliun.

  • AMRT - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) memproyeksikan jumlah gerai Alfamart di Filipina akan mencapai 400 gerai pada tahun depan.

  • KAEF - Emiten farmasi pelat merah PT Kimia Farma (Persero) Tbk. akan lebih gencar melakukan utilisasi aset sebagai salah satu pengembangan usaha.

  • TPIA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk  sebut kemajuan pembangunan pabrik styrene butadine rubber telah mencapai 32 persen per Juni 2016.

  • Manufaktur - Pelaku industri petrokimia optimistis industri akan bertumbuh hingga 5,5% pada semester II/2016 yang didukung dari rendahnya harga nafta.

  • Kawasan Industri - Pemerintah rencananya akan membuat daftar baru kawasan industri prioritas menggantikan daftar sebelumnya yang terdiri 14 kawasan industri di luar Jawa.

  • Bursa - Pergerakan indeks harga saham gabungan selama 19-23 September 2016 naik 2,3% ke posisi 5.388,91 dari akhir pekan sebelumnya di level 5.267,77.

  • Bursa - Total raihan dana yang didapatkan perusahaan dari aksi korporasi di pasar modal Indonesia sepanjang tahun berjalan ini telah mencapai Rp122,538 triliun.

  • WSKT - Korporasi konstruksi dan investasi milik negara, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., menambah modal modal anak usahanya senilai total Rp36 miliar.

  • Padang - PT Pertamina (Persero) menambah alokasi elpiji tabung 3 kg sebanyak 27.440 tabung, guna mengatasi kelangkaan gas di Kota Padang, Sumatra Barat.

  • Industri - Pengusaha jamu nasional mengharapkan dukungan lebih konkrit dari pemerintah terkait dengan pengembangan industri, tidak sekadar dipermasalahkan dari segi kesehatan.

  • Agrikultur - Kementan mengembangkan sumber benih unggul melalui kegiatan Seribu Desa Mandiri Benih di Kabupaten Simeulue, Aceh.

  • Kurs Rupiah - Sore ini (23/9) Rupiah ditutup menguat 3,00 poin (0,02%) ke Rp13.071 per dolar AS dibanding sore kemarin di Rp13.074 (Data Bloomberg).

  • Kurs Rupiah - Sore ini (23/9) Rupiah ditutup menguat 33.37 poin (0,23%) ke Rp14.657,73 per Euro dibanding sore kemarin di Rp14.691,1 (Data Bloomberg).

  • CPO - Penutupan harga sore ini (23/9) CPO Kontrak Okt. 2016, turun 41 poin pada harga 2.859,00 Ringgit per metric ton (Bursa Malaysia).

  • London - Brent oil for delivery in November, added 82 cents at US$47.65 a barrel.

Click to Scroll Down

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1 KLBF 1,700 1,720 20 1.18
2 ASII 8,550 8,775 225 2.63
3 ANTM 665 675 10 1.50
4 PBRX 428 432 4 0.93
5 BBCA 15,175 15,350 175 1.15
6 KAEF 2,310 2,500 190 8.23
7 EXCL 2,610 2,600 -10 -0.38
8 PWON 655 680 25 3.82
9 ICBP 9,600 9,475 -125 -1.30
10 MNCN 1,905 2,010 105 5.51
No Code Freq Value
1 AK 24,833 878,402,662,148
2 CC 31,710 731,853,206,900
3 DH 7,170 693,235,573,100
4 ZP 15,194 663,475,567,604
5 MS 10,766 626,381,719,600
6 CS 19,710 597,807,936,100
7 YU 16,776 593,742,740,300
8 YP 45,832 544,193,452,000
9 DB 22,261 528,217,604,100
10 KZ 9,215 449,520,417,000