Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Rismaharini Siapkan 75 Beasiswa Kedokteran Warga Surabaya

Warta Ekonomi -

WE Online, Surabaya - Wali Kota Surabaya terpilih Tri Rismaharini mengatakan tugas pertama yang akan dilakukan setelah dilantik pada 17 Februari 2016 adalah menyiapkan 75 beasiswa kedokteran kepada putra-putri warga ibu kota Provinsi Jawa Timur yang berprestasi.

"Tiap tahun akan kita cetak 75 anak menjadi dokter dan bisa disalurkan ke daerah yang membutuhkan," kata Tri Rismaharini saat jumpa pers persiapan pelantikan pada 17 Februari di salah satu rumah makan di Surabaya, Minggu (14/2/2016).

Risma menjelaskan program beasiswa bagian dari upaya Pemkot Surabaya meningkatkan kesejahteraan warganya melalui peningakatan sumber daya manusia (SDM). Ia ingin menyiapkan generasi muda mendapatkan akses ekonomi seluas-luasanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya akan memberikan fasilitas belajar mengajar dengan menggunakan teknologi berupa layar LCD dan komputer di setiap kelas. "Ini sebagai menunjang proses belajar siswa," katanya.

Selain itu, lanjut dia, program kerja yang akan ditekankan adalah akses infrastruktur yang akan terus dikembangkan. Proyek angkutan masal cepat (AMC) berupa trem pertengahan tahun ini akan mulai dikerjakan, saat ini masih tahap tender.

Menurut dia, pembangunan "frontage road" Jalan Ahmad Yani sisi barat akan selesai tahun ini, sedangkan MERR terus diupayakan pembebasan lahan di sisi selatan. Proyek lingkar luar barat ruas Teluk Lamong-Benowo tahun ini sudah jadi untuk memperlancar akses ke pelabuhan.

Sementara itu, wakil wali kota Surabaya terpilih Whisnu Sakti Buana mengatakan pihaknya akan melayangkan gugatan kepada mahkamah konstitusi (MK) soal penyerahan tanggungjawab pendidikan SMA dan SMK yang akan diberikan kepada Pemprov Jatim.

"Kami akan melakukan gugatan kepada MK atas nama warga kota. Agar menjamin SMA dan SMK supaya lebih baik. Kalau SMA dan SMK diambil alih Pemprov Jatim maka kita tak bisa ngontrol. Selama ini pendidikan SMA dan SMK kan digratiskan, kalau ada pungutan bagaimana mengontrolnya," katanya. (Ant)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Sucipto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: