Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Nokia 6 - Preorder Nokia 6 mencapai satu juta unit dalam waktu seminggu.
  • Tata Motors - Tata Motors tertarik bergabung dengan Pemerintah Indonesia untuk merealisasikan Mobil Pedesaan
  • Madrid - Tekan polusi udara, kota Madrid larang penggunaan mobil pribadi di tahun 2019
  • REI - REI DIY targetkan pembangunan rumah 1.500 unit di tahun 2017.
  • Lampung - Neraca perdagangan luar negeri Lampung catatkan surplus US$220,32 juta.
  • Thailand - Penjualan menurun di Thailand, Toyota tidak akan menambah jatah ekspor kesana
  • BPJS - BPJS Ketenagakerjaan lampaui target dana kepersertaan pada 2016 sebesar Rp260,54 triliun.
  • Piala Afrika (18/1) - Ghana 1 - 0 Uganda
  • Piala Afrika (18/1) - Mesir 0 - 0 Mali

BI: Sumsel Harus Hasilkan Barang Jadi

Foto Berita BI: Sumsel Harus Hasilkan Barang Jadi
Warta Ekonomi.co.id, Palembang -

Sumatera Selatan harus bertransformasi menjadi daerah penghasil barang jadi seperti produk olahan karet, sawit dan batu bara memanfaatkan momen masifnya pembangunan infrastruktur.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Hamid Ponco di Palembang, Minggu (11/12/2016) mengatakan daerah ini harus bertransformasi untuk keluar dari stagnan ekonomi yang sudah membelenggu selama bertahun-tahun apalagi sedang membangun Kawasan Ekonomi Khusus.

"Jika tidak memulai untuk hilirisasi produk olahan karet, sawit, batu bara dan lainnya, maka pertumbuhan ekonomi Sumsel yang sudah baik ini akan tergerus terus. Meski daerah ini kaya sumber daya alam, tapi tetap saja tergantung dengan harga di pasaran dunia," kata Hamid.

Ia mengatakan, krisis ekonomi global yang terjadi saat ini seharusnya menjadi pelecut semangat bagi Sumsel untuk bertranformasi menjadi daerah penghasil produk jadi.

Menurutnya, sudah saatnya Sumsel membangun industri hilirisasi atas kekayaan alam yang dimiliki yakni karet, sawit, dan batu bara.

Dengan begitu, maka petani akan memiliki kepastian karena tidak hanya mengandalkan permintaan ekspor.

"Saat ini, petani mengalami kesulitan karena harga komoditas sedang turun. Meski sejak dua bulan terakhir mulai membaik tapi belum sesuai harapan," kata dia.

Ia menambahkan, perekonomian Sumsel relatif tertolong di masa sulit ini karena adanya pembangunan infrastruktur penunjang Asian Games tahun 2018, seperti jalan tol, jembatan, LRT, dan lainnya.

Pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan II/2016 mampu membukukan 4,92 persen atau sesuai proyeksi nasional.
Namun terlepas dari perekonomian yang masih bisa tumbuh ini, Sumsel harus mulai berpikir ke depan yakni bagaimana membuat suatu pertumbuhan ekonomi bisa berkesinambungan, konsisten dan bersinergi.

"Mulailah membuat suatu kebijakan yang diarahkan untuk jangka panjang," kata dia. (ANT)

Tag: Bank Indonesia (BI), Sumatera Selatan

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5266.938 -3.073 541
2 Agriculture 1885.940 12.223 21
3 Mining 1396.131 1.193 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.340 -1.838 66
5 Miscellanous Industry 1334.917 11.556 42
6 Consumer Goods 2335.552 -13.929 39
7 Cons., Property & Real Estate 518.602 0.971 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1053.013 5.208 56
9 Finance 801.764 0.204 89
10 Trade & Service 847.173 -4.711 122
No Code Prev Close Change %
1 BINA 338 422 84 24.85
2 OASA 292 364 72 24.66
3 HOTL 149 180 31 20.81
4 BIPI 115 137 22 19.13
5 SMDM 81 95 14 17.28
6 SSIA 525 605 80 15.24
7 IBST 1,850 2,100 250 13.51
8 BOLT 855 970 115 13.45
9 MYTX 62 70 8 12.90
10 NRCA 386 434 48 12.44
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 320 248 -72 -22.50
2 TALF 420 360 -60 -14.29
3 CENT 161 142 -19 -11.80
4 BNLI 745 670 -75 -10.07
5 JAWA 173 157 -16 -9.25
6 MCOR 212 193 -19 -8.96
7 AMRT 615 560 -55 -8.94
8 LMPI 162 148 -14 -8.64
9 INAF 4,100 3,750 -350 -8.54
10 SMBR 2,180 1,995 -185 -8.49
No Code Prev Close Change %
1 BIPI 115 137 22 19.13
2 BUMI 410 420 10 2.44
3 DSFI 164 175 11 6.71
4 MCOR 212 193 -19 -8.96
5 WSBP 585 590 5 0.85
6 LEAD 128 133 5 3.91
7 INCO 2,510 2,490 -20 -0.80
8 BRMS 77 80 3 3.90
9 SSIA 525 605 80 15.24
10 AGII 910 915 5 0.55