Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Nokia 6 - Preorder Nokia 6 mencapai satu juta unit dalam waktu seminggu.
  • Tata Motors - Tata Motors tertarik bergabung dengan Pemerintah Indonesia untuk merealisasikan Mobil Pedesaan
  • Madrid - Tekan polusi udara, kota Madrid larang penggunaan mobil pribadi di tahun 2019
  • REI - REI DIY targetkan pembangunan rumah 1.500 unit di tahun 2017.
  • Lampung - Neraca perdagangan luar negeri Lampung catatkan surplus US$220,32 juta.
  • Thailand - Penjualan menurun di Thailand, Toyota tidak akan menambah jatah ekspor kesana
  • BPJS - BPJS Ketenagakerjaan lampaui target dana kepersertaan pada 2016 sebesar Rp260,54 triliun.
  • Piala Afrika (18/1) - Ghana 1 - 0 Uganda
  • Piala Afrika (18/1) - Mesir 0 - 0 Mali

Komnas Pengendalian Tembakau Nilai DPR Tidak Berpihak Pada Rakyat

Foto Berita Komnas Pengendalian Tembakau Nilai DPR Tidak Berpihak Pada Rakyat
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ketua Umum Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dr Prijo Sidipratomo menilai DPR tidak berpihak pada rakyat dengan menyetujui Rancangan Undang-Undang Pertembakauan menjadi RUU inisiatif DPR.

"Kalau DPR mengatakan berpihak pada rakyat, rakyat yang mana? Mungkin rakyat yang sangat sedikit, bukan rakyat kebanyakan," kata Prijo dihubungi di Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Prijo mengatakan sempat berkomunikasi dengan salah satu anggota DPR yang mengusung RUU Pertembakauan untuk menjadi RUU inisiatif DPR. Saat itu, anggota DPR itu menyatakan DPR tidak bisa ditekan oleh rakyat.

"Namun, putusan paripurna itu membuktikan bahwa DPR bisa ditekan oleh rakyat yang menginginkan RUU Pertembakauan menjadi undang-undang," ujarnya.

Prijo menilai RUU Pertembakauan bukan merupakan rancangan peraturan yang berpihak kepada rakyat. Selain banyak pasal pada RUU Pertembakauan yang sudah diatur dalam Undang-Undang lain, RUU tersebut juga akan merugikan kesehatan masyarakat.

Selain itu, secara ekonomi, RUU Pertembakauan juga akan mendorong pemiskinan yang selama ini terjadi. Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) selalu merilis bahwa rokok merupakan pembelanjaan terbesar kedua setelah beras pada rumah tangga termiskin.

"Bila RUU Pertembakauan disahkan menjadi undang-undang, pemiskinan akan terus berjalan. Masyarakat termiskin akan terus miskin karena lebih memilih rokok daripada pemenuhan gizi dan pendidikan anak," tuturnya.

Prijo juga membantah bahwa RUU Pertembakauan ditujukan untuk melindungi petani tembakau. Pasalnya, selama ini petani tembakau sudah ditekan oleh industri dalam tata niaga tembakau.

"Mana ada petani tembakau yang kaya?" tanyanya.

Meskipun menilai DPR tidak berpihak pada rakyat, Prijo memberikan apresiasi kepada Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) yang tetap tidak menyetujui RUU Pertembakauan menjadi RUU inisiatif DPR.

DPR mengesahkan RUU Pertembakauan menjadi RUU inisiatif DPR pada rapat paripurna di Gedung DPR pada Kamis. Hanya FPAN yang tidak menyetujui RUU tersebut dan hal itu menjadi catatan paripurna. (Ant)

Tag: Tembakau, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5266.938 -3.073 541
2 Agriculture 1885.940 12.223 21
3 Mining 1396.131 1.193 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.340 -1.838 66
5 Miscellanous Industry 1334.917 11.556 42
6 Consumer Goods 2335.552 -13.929 39
7 Cons., Property & Real Estate 518.602 0.971 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1053.013 5.208 56
9 Finance 801.764 0.204 89
10 Trade & Service 847.173 -4.711 122
No Code Prev Close Change %
1 BINA 338 422 84 24.85
2 OASA 292 364 72 24.66
3 HOTL 149 180 31 20.81
4 BIPI 115 137 22 19.13
5 SMDM 81 95 14 17.28
6 SSIA 525 605 80 15.24
7 IBST 1,850 2,100 250 13.51
8 BOLT 855 970 115 13.45
9 MYTX 62 70 8 12.90
10 NRCA 386 434 48 12.44
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 320 248 -72 -22.50
2 TALF 420 360 -60 -14.29
3 CENT 161 142 -19 -11.80
4 BNLI 745 670 -75 -10.07
5 JAWA 173 157 -16 -9.25
6 MCOR 212 193 -19 -8.96
7 AMRT 615 560 -55 -8.94
8 LMPI 162 148 -14 -8.64
9 INAF 4,100 3,750 -350 -8.54
10 SMBR 2,180 1,995 -185 -8.49
No Code Prev Close Change %
1 BIPI 115 137 22 19.13
2 BUMI 410 420 10 2.44
3 DSFI 164 175 11 6.71
4 MCOR 212 193 -19 -8.96
5 WSBP 585 590 5 0.85
6 LEAD 128 133 5 3.91
7 INCO 2,510 2,490 -20 -0.80
8 BRMS 77 80 3 3.90
9 SSIA 525 605 80 15.24
10 AGII 910 915 5 0.55