Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Raja Arab - Menko Darmin Nasution sambut baik rencana kunjungan Raja Salman ke Indonesia.
  • Cabai - Cabai impor juga beredar di Sumenep.
  • LRT - Ahok optimistis LRT selesai sebelum Asian Games 2018.
  • Nasional - Presiden Jokowi menerima gelar adat kehormatan Maluku, Jumat (24/2).
  • Lebak - Bupati Lebak Iti Octavia mewajibkan tanam cabai lima batang per PNS.
  • Kedelai - Harga kedelai di Pekalongan naik jadi Rp7.500/kilogram.
  • Kopi - Pemkab Seruyan kembangkan budidaya kopi jenis arabica khusus di wilayah Seruyan Hulu.
  • PLN - Pemerintah memangkas jumlah penerima subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA, dari 23 juta menjadi hanya 4,1 juta pelanggan.
  • Kentang - Harga kentang di Pangkalpinang berangsur turun.
  • Freeport - Pemkab Mimika prediksi jumlah karyawan Freeport yang di-PHK akan terus bertambah.

November 2016, Kunjungan Wisman Turun 3,68 Persen

Foto Berita November 2016, Kunjungan Wisman Turun 3,68 Persen
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) melansir bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada November 2016 tercatat mengalami penurunan sebesar 3,68 persen menjadi 1,002 juta kunjungan dari sebelumnya sebanyak 1,040 juta kunjungan. Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers, Selasa (3/1/2017), mengatakan bahwa meskipun jika dibandingkan dengan Oktober 2016 mengalami penurunan, namun jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya mengalami kenaikan dari 835,4 ribu kunjungan atau 19,98 persen.

"November 2016 jika dibandingkan bulan sebelumnya turun, namun secara YoY naik. Untuk kedepannya, pariwisata dan ekonomi kreatif akan menjadi lokomotif baru untuk perekonomian Indonesia," kata Suhariyanto.

Dari total jumlah kunjungan wisman pada November 2016 tersebut terbagi dari wisman yang melalui 19 pintu utama sebanyak 878,8 ribu kunjungan dan di luar pintu utama sebanyak 123,4 ribu kunjungan. Wisman yang melalui 19 pintu utama terbagi dari 855,5 ribu kunjungan merupakan wisman reguler dan 23,2 ribu kunjungan merupakan wisman khusus. Sementara di luar 19 pintu utama terbagi dari wisman pos lintas batas sebanyak 47,6 ribu kunjungan dan 75,8 ribu masuk kategori lainnya.

Tercatat, kunjungan wisman terbanyak masuk melalui Bandara Ngurah Rai, Bali sebanyak 396,2 ribu kunjungan, diikuti Bandara Soekarno-Hatta Tangerang sebanyak 219,2 ribu orang dan di Batam sebanyak 107,0 ribu orang. "Pada November 2016, wisman terbanyak berasal dari Tiongkok mencapai 125,1 ribu kunjungan," kata Suhariyanto.

Selanjutnya diikuti oleh wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 119,5 ribu kunjungan, Singapura sebanyak 118,2 ribu kunjungan, Australia sebanyak 99,1 ribu kunjungan dan Jepang 39,9 ribu kunjungan.
Secara kumulatif untuk periode Januari-November 2016, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 10,41 juta kunjungan. Jumlah tersebut naik 10,46 persen dari sebelumnya 9,42 juta kunjungan.

Sementara untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada November 2016 mencapai rata-rata 55,76 persen atau turun 0,32 poin jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara jika dibanding Oktober 2016, turun 0,37 persen. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang pada November 2016 tercatat sebesar 1,72 hari atau mengalami penurunan 0,03 poin jika dibandingkan tahun lalu. (Ant)

Tag: Pariwisata, travel

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Dutawisata.co.id

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51