Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • New York - The blue-chip Dow Jones Industrial Average had fallen 22.05 points (0.11 per cent) to 19,804.72 on Wednesday (18/1).
  • New York - The broader S&P 500 gained 4.00 points (0.18 per cent) to 2,271.89 on Wednesday (18/1).
  • New York - The tech-heavy Nasdaq rose 16.93 points (0.31 per cent) to 5,555.65 on Wednesday (18/1).
  • New York - U.S. West Texas Intermediate (WTI) crude oil futures settled down $1.40, or 2.7 percent, at $51.08 per barrel on Wednesday (18/1).
  • London - Bent crude futures, the international benchmark for oil prices, were down $1.51, or 2.7 percent, at $53.96 a barrel at 2:34 p.m. ET (1734 GMT) on Wednesday (18/1).
  • Facebook - ZeniMax Media menggugat Facebook atas tuduhan pencurian teknologi virtual reality yang dilakukan oleh pendiri Oculus Palmer Luckey.
  • Rupiah - Peruri membantah Rupiah dicetak di luar negeri, Peruri mengklaim Rupiah saat ini dicetak di Peruri Karawang
  • Freeport - Pemerintah menyatakan PT Freeport Indonesia harus mendivestasikan hingga 51% sahamnya dalam kontrak baru.
  • KPK - KPK akan merekrut 120 penyidik baru untuk menyelesaikan 180 kasus yang menunggak.
  • Coppa Italia (19/1) - Lazio 4 - 2 Genoa
  • FA CUP (19/1) - Plymouth Argyle 0 - 1 Liverpool
  • Bansos - Polisi panggil Sylviana Murni terkait dugaan korupsi Dana Bansos
  • Swiss - Presiden China, Xi Jinping meminta Nuklir dihentikan saat berbicara dalam Forum International PBB
  • Piala Afrika (19/1) - Kamerun 2 - Guinea Bissau
  • DEWA - PT Darma Henwa Tbk. menargetkan produksi batu bara 3 juta ton per tahun setelah perusahaan mengantongi perjanjian jasa pertambangan.
  • Finansial - Perusahaan penyedia layanan pinjam meminjam langsung atau peer-to-peer lending Modalku memperluas jaringan ke Bandung.
  • Pasar Senen - Kebakaran terjadi di Blok III Pasar Senen, Jakarta Pusat.
  • Pasar Senen - Sebanyak 27 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk padamkan kebakaran di Pasar Senen Blok III, Jakarta.

Wisata Jabar Perlu Perbaikan Infrastruktur

Foto Berita Wisata Jabar Perlu Perbaikan Infrastruktur
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Industri pariwisata di Jawa Barat perlu memperbaiki infrastruktur akses menuju destinasi wisata sehingga wisatawan baik nusantara dan mancanegara tidak berfokus di Kota Bandung.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Barat, Cecep Rukmana menjelaskan harus dilakukan kerja sama antara pemerintah dan swasta sehingga akses ke berbagai tempat atau daerah yang potensinya belum maksimal dapat dioptimalkan.

"Kita perlu pembenahan produk-produk wisata sehingga kunjungan wisatawan tidak berfokus di Kota Bandung. Salah satunya dengan perbaikan infrastruktur untuk aksesibilitas agar mereka ke daerah lain yang juga memiliki potensi wisata,"katanya kepada wartawan di Bandung, Sabtu (7/1/2017)

Lebih jauh Cecep mengatakan manajemen lalu lintas menurutnya belum mendukung potensi pariwisata yang ada. Terutama masalah kemacetan yang menjadi nilai minus dalam memberi kenyamanan bagi wisatawan yang datang ke Jawa Barat. "Kemacetan yang sering terjadi menyebabkan menurunya minat wisatan ke Jabar,"ujarnya.

Jabar sendiri memiliki potensi wisata yang tidak kalan dengan daerah lain, Cecep menyebutkan, potensi wisata alam seperti pegunungan, kawah dan suasana parahyangan. Serta wisata kuliner yang mulai banyak diminati wisatawan. "Banyak yang berkunjung ke Jawa Barat hanya untuk sekedar menikmati kulinernya,"ujarnya.

Selain itu, sambungnya, guna menambah kunjungan wisatawan, pemerintah harus mendoring industri kreatif karena dengan produk yang ada dapat membuat wisatawan merogoh kocek yang otomatis meningkatkan perekonomian. Ditambah dengan peluang tersebut tentu akan menambah devisa bagi negara dan juga perekonomian lokal semakin terangkat.

"Wisata budaya masih kurang, karena sejauh ini yang eksis baru Saung Angklung Udjo sedangkan didaerah lain tidak ada. Hal ini yang sangat perlu untuk kita dorong, dengan menggandeng seniman-seniman yang ada," pungkasnya. 

Tag: Bandung, Pariwisata, Infrastruktur

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5294.784 27.846 541
2 Agriculture 1919.455 33.515 21
3 Mining 1403.235 7.104 43
4 Basic Industry and Chemicals 536.483 2.143 66
5 Miscellanous Industry 1347.813 12.896 42
6 Consumer Goods 2352.629 17.077 39
7 Cons., Property & Real Estate 521.724 3.122 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1055.541 2.528 56
9 Finance 806.133 4.369 89
10 Trade & Service 846.283 -0.890 122
No Code Prev Close Change %
1 DGIK 68 85 17 25.00
2 UNIC 1,755 2,190 435 24.79
3 OASA 364 454 90 24.73
4 GZCO 83 103 20 24.10
5 MTSM 374 456 82 21.93
6 SKLT 695 795 100 14.39
7 ADMG 138 155 17 12.32
8 BWPT 286 320 34 11.89
9 SRIL 230 256 26 11.30
10 IKBI 316 350 34 10.76
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 3,200 2,400 -800 -25.00
2 ARII 486 366 -120 -24.69
3 HOTL 180 145 -35 -19.44
4 VINS 84 75 -9 -10.71
5 CNTX 865 800 -65 -7.51
6 PICO 216 200 -16 -7.41
7 PGLI 59 55 -4 -6.78
8 SMDM 95 89 -6 -6.32
9 SAFE 80 75 -5 -6.25
10 RMBA 450 422 -28 -6.22
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 230 256 26 11.30
2 BIPI 137 136 -1 -0.73
3 BWPT 286 320 34 11.89
4 DGIK 68 85 17 25.00
5 GZCO 83 103 20 24.10
6 BUMI 420 426 6 1.43
7 BABP 73 76 3 4.11
8 DYAN 64 65 1 1.56
9 SMDM 95 89 -6 -6.32
10 MCOR 193 210 17 8.81