Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 08:12 WIB. UMKM - BI menilai potensi ekonomi kreatif dari UMKM di dalam negeri dapat mencapai Rp850 triliun dalam setahun.
  • 08:11 WIB. Keramik - Pabrikan keramik nasional mencatat pertumbuhan volume penjualan ekspor 33% pada Juli 2017.
  • 08:10 WIB. Bosowa - Bosowa Semen menggenjot produksi dengan mengoperasikan kembali satu mesin di Pabrik Maros.
  • 08:09 WIB. IIBF - Indonesia International Book Fair 2017 kembali digelar pada 6-10 September 2017 dengan target 70.000 pengunjung.
  • 08:08 WIB. Jasindo - Jasindo mulai memasarkan perdana asuransi jagung di delapan provinsi.
  • 08:07 WIB. KPK - KPK mulai melakukan klarifikasi terhadap beberapa penyidik yang disebut meminta uang kepada saksi.
  • 08:07 WIB. Properti - Pertumbuhan hunian vertikal di kawasan Depok dinilai masih dinamis dan mempunyai peluang bagus.
  • 08:06 WIB. Kemenpar - Kemenpar mengapresiasi NTB dalam pengembangan industri pariwisata.
  • 08:05 WIB. Film - Film Wiro Sableng 212 akan segera memulai proses syuting pada 21 Agustus 2017 di Jawa Barat dan Jakarta.
  • 05:31 WIB. Eredivisie Belanda (19/8) - Roda 1 - 3 Vittese
  • 05:30 WIB. Ligue 1 Prancis (19/8) - Metz 0 - 1 AS Monaco
  • 05:28 WIB. Bundesliga Jerman (19/8) - Bayern Munich 3 - 1 Bayern Leverkusen
  • 05:26 WIB. La Liga Spanyol (19/8) - Valencia 1 - 0 Las Palmas

Bakal Cagub, Ridwan Kamil Memasuki Babak Baru dalam Hidupnya

Foto Berita Bakal Cagub, Ridwan Kamil Memasuki Babak Baru dalam Hidupnya
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil resmi memulai babak baru dalam hidupnya, yakni kemungkinan bakal mengikuti pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.

Monumen Bandung Lautan Api di Lapangan Tegalega Kota Bandung, menjadi saksi sejarah babak awal bagi pria yang akrab disapa Emil tersebut untuk kemungkinan bakal menjadi peserta Pilgub Jabar 2018.

Pada Minggu (19/3/2017) siang, Partai Nasional Demokrat (NasDem) resmi mendeklarasikan Ridwan Kamil sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat 2018.

Pendeklarasian Ridwan Kamil sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat 2018-2023 tertuang dalam Surat Rekomendasi Nomor 020-SI/DPP/Nasdem/III/2017 dan surat tersebut diserahkan langsung oleh DPW Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa kepada Ridwan Kamil.

Menyikapi keputusan Ridwan Kamil yang menerima "pinangan" Partai NasDem untuk menjadi kandidat Cagub Jawa Barat 2018, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di bidang Ilmu Komunikasi Politik Prof Karim Suryadi menuturkan sulit untuk mengatakan tepat atau tidak tepat terkait keputusan Emil tersebut.

"Saya kira susah mengatakan hal itu tepat atau tidak untuk Ridwan Kamil, karena Emil sendiri bukan orang partai politik," kata Karim Suryadi, kepada Antara di Bandung, Senin.

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh Ridwan Kamil dan Partai NasDem pasca-pendeklarasian tersebut, kata Karim, ialah menjalin komunikasi intensif dengan partai politik lainnya di Jawa Barat.

"NasDem tidak bisa sendirisn mengusung Emil untuk mengikuti Pilgub Jabar 2018 karena jumlah kursi mereka di legislatif (DPRD, red) hanya lima. Sedangkan untuk bisa mengusung calon, minimal parpol harus punya 20 kursi di legislatif," kata dia.

"Oleh karena itu Partai NasDem dan Ridwan Kamil harus berusaha meyakini parpol lain agar mendukungnya pada Pilgub Jabar 2018," lanjut dia.

Ia menilai langkah Ridwan Kamil yang berani menerima "pinangan" Partai NasDem tersebut diharapkan menjadi penggugah calon dan parpol lainnya yang masih belum mau berterus terang terkait keputusan politiknya mengikuti Pilgub Jawa Barat 2018 walaupun pelaksanaannya masih 15 bulan lagi.

"Meskipun suasana politik di Jabar masih adem ayem, tapi sebenarnya banyak tokoh yang memperlihatkan ingin maju di Pilgub Jabar 2018 dengan berbagai cara seperti ada yang rajin pasang baliho, iklan-iklan di media massa," kata dia.

Dirinya menuturkan meskipun Emil tidak rajin memasang baliho atau memasang iklan di media massa, namun masyarakat dapat menilai rekam jejak seorang Ridwan Kamil dari kinerjanya dalam memimpin Kota Bandung selama ini.

"Harus kita akui bahwa ada perubahan ke arah lebih baik lagi di Kota Bandung dari segi fisik selama Ridwan Kamil memimpin. Ini kita bisa lihat dari renovasi taman dan trotoar," kata dia.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Muradi menuturkan langkah Ridwan Kamil (RK) tersebut dapat berpotensi blunder politik bagi dirinya.

"Saya melihat deklarasi tersebut membuat warga Kota Bandung merasa ditinggalkan dengan sisa waktu kurang dari dua tahun. Dan kehadiran RK pada deklarasi tersebut juga menyiratkan ambisi politik yang menggebu," kata Muradi.

Menurut dia, seharusnya Ridwan Kamil secara etika politik tetap fokus menuntaskan program kerjanya sebagai Wali Kota Bandung hingga masa akhir jabatannya tahun 2018.

Tanpa Mahar Politik Ridwan Kamil maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat 2018 yang diusung oleh Partai NasDem tercipta tanpa adanya mahar politik.

Partai NasDem dan Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil menyepakati tiga syarat terkait pendeklarasian sebagai Calon Gubernur Jawa Barat 2018-2023 di Monumen Bandung Lautan Api di Lapangan Tegalega Kota Bandung.

"Ada kesepakatan yang telah terjadi antara Ketua Umum Partai NasDem dengan Ridwan Kamil, untuk itu deklarasi hari ini Senin (20/3) dilaksanakan," kata Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh, saat memberikan sambutan dalam deklarasi tersebut.

Ia mengatakan syarat yang pertama ialah apabila rakyat telah memberikan amanah dan menempatkan Ridwan Kamil sebagai gubernur definitif Jawa Barat maka dalam melaskanakan fungsi, peran dan tugas jabatan yang diembannya maka Ridwan Kamil harus menjadikan Jawa Barat sebagai benteng Pancasila yang melindungi seluruh warga.

"Dengan menjadi benteng Pancasila maka semangat kemajemukan dan pluralisme harus tetap terjaga dalam keseharian. Ini artinya sistem dan ideologi bangsa kita yakni Pancasila merupakan kekuatan yang harus tetap terjaga dan tidak bisa digoyahkan oleh kekuatan apapun," kata dia.

Syarat yang kedua, kata Surya Paloh, adalah ketika memenangi dan duduk menjadi pimpinan daerah Jawa Barat maka Ridwan Kamil harus menjadi milik seluruh masyarakat Jabar dan seluruh parpol yang ada.

"Dengan dmeikian saya meminta kepada Ridwan Kamil untuk tidak bergabung dengan parpol apapun, termasuk Partai NasDem," kata dia.

Menurut dia, permintaan agar Ridwan Kamil tidak masuk menjadi anggota parpol dilakukan agar yang bersangkutan bisa menjalankan amanah dan sumpah jabatannya lebih fokus bagi masyarakat setempat.

Syarat yang ketiga ialah Ridwan Kamil harus mampu mengkonsolidasikan roda pemerintahan Jawa Barat di bawah dirinya dengan harapan bisa membawa peran serta masyarakat dalam memahami arti pembangunan nasional dan mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo yang sedang berupaya mempercepat proses pembangunan serta persiapan Pemilihan Presiden 2019.

"Inilah tiga syarat yang ditetapkan NasDem kepada Ridwan Kamil dan telah terjadi kesepakatan antara Ridwan Kamil dan saya sehingga deklarasi hari ini dilaksanakan," kata Surya Paloh.

Tanggapi Santai Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menanggapi santai terkait banyaknya komentar dari masyarakat yang menyayangkan dirinya didukung oleh Partai Nasdem untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

Dalam laman Facebook miliknya, Ridwan Kamil menuliskan tujuh poin yang sering kali ditanyakan masyarakat kepada dirinya di media sosial.

Poin pertama ia mengatakan "Menjadi Cagub itu resminya jika sudah mendaftar ke KPUD. Dalam perjalanannya masih banyak belokan dan lika-liku. Bisa seperti tokoh-tokoh di Jakarta yang heboh-heboh di awal ternyata tidak jadi. Bisa seperti yang sudah dideklarasikan, eh bisa berubah pada hari H-1 oleh nama baru".

Poin kedua, "Hari ini sebagai independen sifatnya menerima dengan baik aspirasi siapapun yang berniat baik mendukung. Adabnya berterima kasih ketimbang menolak yang terkesan sombong. Toh keputusan pastinya masih jauh. Esok lusa ada tambahan dukungan ya ditunggu, tidak juga ya diterima saja takdirnya".

Poin ketiga "Kenapa dengan partai ini atuh. Kenapa tidak dengan partai-partai terdahulu? karena partai-partai terdahulu, sudah dikomunikasikan, namun belum ada jawaban. Belum pasti juga mau dan masing-masing punya jadwal dan prosedur sendiri yang harus dihormati. Boro geer (gede rasa) pasti didukung, apek teh ternyata teu jadi (ternyata tidak jadi)?".

Poin keempat "Setiap pilihan situasi politik selalu ada yang suka juga tidak suka. Saya sudah melaluinya pada tahun 2013. Setengah pertemanan saya balik kanan, karena saya maju Pilwalkot didukung partai. Sedih? iya. Tapi saat itu dilalui saja prosesnya dengan ikhlas. Dan dibuktikan dengan bekerja dengan maksimal saat terpilih jadi wali kota. Sebagian pertemanan itu tidak balik lagi".

Poin kelima "Orang berpikir ini semata syahwat politik? Kalo ikut shahwat mah, Bandung sudah ditinggalkan ikut nyagub di DKI kemarin. Tahun depan 2018 itu saya menggenapkan tugas sebagai wali kota selama 5 tahun. Selesai on time. Janji Bandung belum beres? Betul. Namun masih ada dua tahun anggaran 2017 dan 2018 untuk dibelanjakan mengejar sisa mimpi".

Poin keenam "Tidak terpilih lagi? Tidak masalah, da saya mah bukan pengangguran, tidak punya niat cari nafkah dari politik. Kembali jadi dosen dan arsitek adalah kebahagiaan yang kembali pulang".

Poin ketujuh "Jadi jika sekarang ada yang bully, 'saya akan jadi pembenci akang sekarang', 'maaf saya unfollow' , 'bye kang RK' dkk itu sudah takdir berpolitik. Tidak akan baper. Karena politik adalah cara memperjuangkan nilai dan cita-cita. Dan dalam prosesnya tidaklah akan pernah, sampai kapanpun, menyenangkan semua orang. Tinggal karya dan pengabdian yang akan menjawab semua itu". (Ant)

Tag: Ridwan Kamil, Jawa Barat (Jabar)

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,582.57 3,546.65
British Pound GBP 1.00 17,306.97 17,133.02
China Yuan CNY 1.00 2,012.92 1,992.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,435.00 13,301.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.93 10,499.81
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,717.22 1,699.98
Dolar Singapura SGD 1.00 9,842.49 9,740.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,764.63 15,602.07
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,128.06 3,094.70
Yen Jepang JPY 100.00 12,279.50 12,153.69

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5893.841 1.892 559
2 Agriculture 1744.418 -4.747 18
3 Mining 1511.362 10.536 44
4 Basic Industry and Chemicals 611.257 -6.211 67
5 Miscellanous Industry 1346.700 2.582 41
6 Consumer Goods 2518.118 23.928 45
7 Cons., Property & Real Estate 508.533 -2.509 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1240.969 -0.009 60
9 Finance 981.748 -4.628 89
10 Trade & Service 924.803 1.544 130
No Code Prev Close Change %
1 BIMA 91 116 25 27.47
2 TGRA 400 500 100 25.00
3 FISH 2,400 3,000 600 25.00
4 WAPO 81 101 20 24.69
5 ALKA 244 304 60 24.59
6 CMPP 244 304 60 24.59
7 MLPT 446 555 109 24.44
8 PUDP 515 640 125 24.27
9 LION 820 975 155 18.90
10 PTRO 990 1,125 135 13.64
No Code Prev Close Change %
1 BRAM 13,850 11,100 -2,750 -19.86
2 BPFI 500 450 -50 -10.00
3 WINS 264 242 -22 -8.33
4 KBLV 980 900 -80 -8.16
5 BBHI 183 170 -13 -7.10
6 DGIK 74 69 -5 -6.76
7 PYFA 206 194 -12 -5.83
8 TGKA 2,500 2,370 -130 -5.20
9 TPIA 24,575 23,300 -1,275 -5.19
10 MAMI 78 74 -4 -5.13
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 348 344 -4 -1.15
2 VRNA 98 95 -3 -3.06
3 MPPA 690 750 60 8.70
4 MLPL 214 218 4 1.87
5 GGRM 70,950 74,000 3,050 4.30
6 BBCA 18,900 18,700 -200 -1.06
7 PGAS 2,120 2,160 40 1.89
8 TLKM 4,770 4,780 10 0.21
9 HMSP 3,690 3,740 50 1.36
10 ASII 7,850 7,900 50 0.64