Portal Berita Ekonomi Jum'at, 28 Juli 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 05:33 WIB. Europa League Qualification (28/7) - Bordeaux 2 - 1 Videoton FC
  • 05:32 WIB. Europa League Qualification (28/7) - Marseille 4 - 2 Oostende
  • 05:32 WIB. Europa League Qualification (28/7) - PSV Eindhoven 0 - 1 Osijek
  • 05:32 WIB. Europa League Qualification (28/7) - Dinamo Bucuresti 1 - 1 Athletic Bilbao
  • 05:32 WIB. Europa League Qualification (28/7) - CS Universitatea Craiova 0 - 1 AC Milan
  • 22:07 WIB. Gadget - Samsung rilis Galaxy J5 Pro dan J7 Pro di Indonesia.
  • 22:05 WIB. Qatar - Uni Emirat Arab imbau agar bank bekukan rekening kelompok yang tekait dengan Qatar.
  • 22:05 WIB. Operator - KPPU: Konsolidasi akan membawa kompetisi antaroperator menjadi lebih sehat.
  • 22:04 WIB. Operator - YLKI: Tarif telekomunikasi baik voice, SMS maupun data seharusnya dikembalikan kepada apa yang dibutuhkan konsumen.
  • 22:03 WIB. Yerusalem - Para pemimpin umat Muslim di Yerusalem ajak para jamaah untuk beribadah kembali di Al-Aqsa.
  • 22:02 WIB. Operator - Alexander Rusli: Opsi konsolidasi bisa memecahkan kebuntuan dalam hal tarif.
  • 22:01 WIB. Israel - Tayyip Erdogan: Israel manfaatkan perpecahan umat Islam.
  • 22:01 WIB. Operator - ATSI: Potensi mobile broadband di Indonesia masih sangat besar.
  • 22:00 WIB. Ukraina - Ukraina setujua sanksi yang diberikan Amerika Serikat kepada Rusia.
  • 22:00 WIB. Operator - BRTI akan segera matangkan formula tarif sesuai amanat pasal 28 UU no.36 tahun 1999 tentang telekomunikasi.

KPPU: Pedagang Perantara Nikmati Rp186 Triliun dari Penjualan Beras

Foto Berita KPPU: Pedagang Perantara Nikmati Rp186 Triliun dari Penjualan Beras
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Muhammad Syarkawi Rauf, menyatakan pihaknya tengah berfokus menangani disparitas harga beras yang cukup tinggi antara produsen dengan pembeli. Tingginya perbedaan harga tersebut ditengarai karena besarnya keuntungan yang dikeruk oleh orang tengah alias pedagang perantara. 
 
Dalam setahun, Syarkawi menyebut dengan selisih harga berkisar Rp3.000 per liter, pedagang perantara bisa meraup keuntungan mencapai Rp186 triliun. Harga beras di tingkat petani diketahui berkisar Rp7.500 per liter dan dijual ke pembeli sebesar Rp10.500 per liter. Adapun produksi padi di Indonesia mencapai 79-80 juta ton per tahun yang dikonversi menjadi beras tidak kurang dari 40 juta ton.
 
"Benefit yang diperoleh orang tengah yang mencapai Rp186 triliun memang terlampau gede. Padahal, produsen yakni petani hanya menikmati kurang dari Rp100 triliun. Begitu pula dengan pedagang pada end user yang keuntungannya tidak sebesar orang tengah," kata Syarkawi, di sela rapat teknis kemitraan KPPU di Hotel Aryaduta Makassar, Kamis, (13/7/2017).
 
Syarkawi menjelaskan pihaknya sedang mencari formulasi terbaik untuk mengendalikan harga beras. Diinginkannya harga beras di seluruh Indonesia stabil pada kisaran Rp9.000 per liter. Harga di tingkat produsen didorongnya naik menjadi Rp8.000 per liter sehingga kesejahteraan petani lebih terjamin.
 
"Untuk orang tengah, saya pikir cukup dengan keuntungan Rp1.000 per liter. Ya tetap harus ada keuntungan bagi mereka agar tetap eksis, tapi ya jangan terlampau besar. Jangan sampai merugikan petani dan memberatkan masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pokok tersebut," tutur alumnus Universitas Hasanuddin tersebut.
 
Menurut Syarkawi, penjualan beras di Indonesia sepatutnya tidak menjadi polemik. Toh, negara ini merupakan penghasil beras dan mengalami surplus. Tinggal bagaimana mengatur penjualan beras tersebut agar tidak malah merugikan petani dan masyarakat yang ingin membeli.
 
"KPPU sebagai lembaga anti-persaingan usaha berupaya memastikan harga pangan terkendali. Caranya dengan memangkas rantai distribusi yang terlalu panjang. Kalau ada praktik kartel dan mafia, ya kami tidak akan main-main dan akan melakukan penegakan hukum," pungkas Syarkawi.

Tag: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Muhammad Syarkawi Rauf, Beras

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,568.91 3,532.23
British Pound GBP 1.00 17,578.60 17,390.65
China Yuan CNY 1.00 1,988.20 1,968.29
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,382.00 13,248.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,756.45 10,646.09
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.88 1,696.70
Dolar Singapura SGD 1.00 9,868.00 9,767.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,709.13 15,550.50
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,130.29 3,096.77
Yen Jepang JPY 100.00 12,062.38 11,938.36

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5819.744 19.538 558
2 Agriculture 1759.212 -13.672 18
3 Mining 1476.315 11.014 44
4 Basic Industry and Chemicals 609.760 -2.435 67
5 Miscellanous Industry 1381.134 -5.283 41
6 Consumer Goods 2489.438 4.981 45
7 Cons., Property & Real Estate 482.613 0.979 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1194.315 -1.733 60
9 Finance 973.967 10.404 89
10 Trade & Service 925.324 2.351 129
No Code Prev Close Change %
1 IBST 2,000 2,500 500 25.00
2 PADI 635 790 155 24.41
3 GEMS 2,300 2,800 500 21.74
4 GAMA 50 60 10 20.00
5 ASBI 362 434 72 19.89
6 SMMA 7,975 9,550 1,575 19.75
7 TRAM 83 99 16 19.28
8 ASJT 505 600 95 18.81
9 HDFA 193 220 27 13.99
10 RBMS 102 116 14 13.73
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 300 226 -74 -24.67
2 HDTX 498 382 -116 -23.29
3 MFMI 970 830 -140 -14.43
4 TALF 350 300 -50 -14.29
5 AKPI 900 775 -125 -13.89
6 FINN 350 306 -44 -12.57
7 MABA 2,030 1,800 -230 -11.33
8 UNIT 278 250 -28 -10.07
9 TGKA 2,190 2,000 -190 -8.68
10 KOIN 320 300 -20 -6.25
No Code Prev Close Change %
1 INPC 93 92 -1 -1.08
2 SRIL 370 360 -10 -2.70
3 SCMA 2,170 2,270 100 4.61
4 ASBI 362 434 72 19.89
5 TRAM 83 99 16 19.28
6 TLKM 4,700 4,650 -50 -1.06
7 PBRX 505 505 0 0.00
8 AISA 1,175 1,195 20 1.70
9 CTRA 1,075 1,020 -55 -5.12
10 WSBP 472 476 4 0.85