Ratusan Orang Demo, China Paksa Blokade Jalan Sekitar Gedung Militer
Kredit Foto: Skynews.com.au
Petugas kepolisian di Beijing, ibu kota China, Selasa (11/10/2016), memblokade jalanan dekat gedung utama militer setelah ratusan orang mengenakan seragam kamuflase warna hijau bernyanyi sambil mengibarkan bendera nasional untuk memprotes atas terlepasnya kedudukan mereka.
Pada tahun lalu, China mengumumkan akan memotong jumlah pasukan pada kisaran angka 300.000 yang ditargetkan selesai pada 2017 sebagai upaya untuk mengalokasikan dana lebih banyak pada persenjataan canggih angkatan laut dan angkatan udara.
Puluhan ribu orang setiap tahun berunjuk rasa di China yang dipicu oleh kekecewaan terhadap korupsi, polusi, penyerobotan tanah ilegal, dan faktor-faktor lainnya yang dapat melemahkan stabilitas Partai Komunis yang menjalankan roda pemerintahan.
Pada Selasa sejumlah bus memadati Chang'an Avenue sebagai jalan raya utama di Beijing, sedangkan membuat blokade di antara sejumlah kendaraan untuk menghalangi pandangan dari para demonstran.
Suara-suara para demonstran di depan kantor militer Bayi Building lantang terdengar di jalan raya saat mereka menyanyikan lagu-lagu sambil mengibarkan bendera China dan baner protes atas hilangnya kedudukan mereka di militer.
"Hak dan manfaat kami pindah dari pos militer ke pekerjaan sipil yang cocok telah dilanggar," demikian tulisan salah satu baner.
Polisi melarang wartawan Kantor Berita Reuters untuk memasuki lokasi unjuk rasa, sedangkan Kementerian Pertahanan China tidak segera menjawab pertanyaan yang dikirim melalui surat elektronik.
Kendaraan baja milik polisi juga berpatroli di area tersebut dan tampak polisi berpakaian preman membawa HT serta "headset".
Menteri Pertahanan China Chang Wanquan menggelar pesta makan di Bayi Building, Selasa malam, bersama para peserta Forum Xiangshan, sebagai upaya Beijing untuk menjawab pertanyaan pada forum keamanan tahunan Dialog Shangri-La di Singapura.
China memiliki militer terbesar di dunia dan pemerintahan Xi Jin-ping mengucurkan dana miliaran dolar AS untuk program modernisasi, termasuk pesawat angkut, peluru kendali antisatelit, dan jet mata=mata.
Unjuk rasa dengan memobilisasi tentara merupakan hal tidak biasa dan sebelumnya beberapa orang yang telah berjuang melawan Vietnam pada tahun 1979 telah menyampaikan persoalan atas pemensiunan mereka.
Banyak orang berupaya menggunakan petisi untuk memotong sistem hukum dan menyampakan tuntutan secara langsung kepada pejabat pemerintahan yang berkompeten, salah satu proses yang mengingatkan kembali ke zaman kekaisaran, meskipun beberapa kasus berakhir di pengadilan.
Beberapa kasus pernah terselesaikan, meskipun pemohon dapat melakukan protes karena frustrasi. (Ant)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Vicky Fadil
Tag Terkait: