Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Naik Tak Wajar, Saham Ini Masuk Pantauan Bursa

Harga Naik Tak Wajar, Saham Ini Masuk Pantauan Bursa Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau pergerakan saham PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) setelah mengalami kenaikan harga yang tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).

"Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," kata Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi.

Kinerja saham ABDA memang terbilang impresif dalam beberapa waktu terakhir. Dalam sepekan, saham ini melonjak 67,05% dan melesat 65,77% dalam sebulan terakhir. Namun setelah pengumuman UMA dirilis, saham ABDA langsung berbalik arah dan melemah -9,66% ke level Rp4.310 pada sesi pertama perdagangan Kamis (7/5).

"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," ujar Yulianto.

Lebih lanjut, Bursa menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih mencermati perkembangan pola transaksi saham ABDA.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham ABDA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan ABDA transaksi saham ini," tambah Yulianto.

Baca Juga: Saham CTTH dan KOTA Dibekukan Usai Melonjak Tajam

Baca Juga: Dibuka Perkasa, IHSG Hari Ini Kamis (7/5) Melejit 1% Lebih

Ia juga mengimbau investor untuk lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi, dengan memperhatikan beberapa hal seperti jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa serta mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya. 

Kemudian, mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang belum memperoleh persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai potensi risiko yang dapat muncul di kemudian hari sebelum berinvestasi. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri