Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Waspada Perusahaan China, Uni Eropa Dorong Larangan Produk dari Huawei dan ZTE

Waspada Perusahaan China, Uni Eropa Dorong Larangan Produk dari Huawei dan ZTE Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter
Warta Ekonomi, Jakarta -

Komisi Eropa merekomendasikan negara-negara anggotanya untuk mengecualikan peralatan dari Huawei dan ZTE. Mereka mendorong kedua alat dari perusahaan itu untuk tidak digunakan dalam infrastruktur konektivitas operator telekomunikasi dari Uni Eropa.

Uni Eropa menyatakan bahwa aturan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keamanan jaringan. Langkah ini merupakan bagian dari aturan keamanan siber baru yang tengah disiapkan, yang akan memberi kewenangan kepada otoritas setempat untuk melarang penggunaan perangkat dari pemasok berisiko tinggi di Eropa.

Baca Juga: Uni Eropa: Konflik Iran-Amerika Serikat Akan Berdampak Panjang

“Aturan ini akan memberikan kemungkinan untuk membatasi penggunaan perangkat dari pemasok berisiko tinggi demi melindungi infrastruktur kritis,” ujarnya.

Namun, kebijakan ini sebelumnya telah memicu reaksi keras dari Beijing. Kementerian Perdagangan China menilai aturan tersebut bersifat diskriminatif dan melanggar aturan perdagangan internasional.

“Kebijakan yang diusulkan ini diskriminatif, melanggar aturan dunia dan merugikan kerja sama perdagangan antara China dan Uni Eropa,” kata China.

Beijing juga memperingatkan akan mengambil langkah balasan jika aturan tersebut tetap diberlakukan tanpa perubahan signifikan.

“China akan mengambil langkah balasan terhadap kawasan euro dan perusahaan-perusahaan terkait jika tidak ada perubahan substansial,” demikian pernyataan resmi dari China.

Seorang Diplomat China bahkan menuduh kawasan euro menerapkan standar ganda. Ia sendiri enggak merinci bentuk tindakan balasan yang akan diambil oleh Beijing.

“Uni Eropa menerapkan standar ganda dalam kebijakan ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Uni Eropa tengah menjalankan proses legislasi yang panjang sebelum aturan tersebut resmi diberlakukan, melibatkan negara anggota dan Parlemen Eropa.

Rencana kebijakan tersebut juga mencakup penghapusan bertahap komponen dari pemasok yang dianggap berisiko tinggi di sektor-sektor strategis. Huawei sebelumnya telah mengkritik kebijakan tersebut. Sementara China mendesak agar definisi “negara berisiko” dan “pemasok berisiko tinggi” dihapus dari rancangan aturan.

Uni Eropa sendiri tengah menggodok kebijakan industri yang dikenal sebagai Industrial Accelerator Act. Aturan itu bertujuan memperkuat daya saing industri lokal terhadap perusahaan dari Amerika Serikat dan China.

Baca Juga: China Kuasai AI, 60% Paten Dunia di Tangan Mereka

Kebijakan tersebut mencakup persyaratan kandungan lokal dan standar rendah karbon dalam pengadaan publik serta subsidi manufaktur, yang juga mendapat penolakan dari Beijing. Mereka menilai aturan itu akan membatasi akses perusahaan asing.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar