Kredit Foto: BRJ
China memperluas kebijakan bebas tarif (zero-tariff) untuk 53 negara dari Afrika. Langkah ini dinilai akan membuka peluang besar bagi peningkatan ekspor dan industrialisasi dari kawasan tersebut.
Kementerian Perdagangan China menyatakan kebijakan ini memberikan keunggulan kompetitif bagi produk dari Afrika. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pengiriman apel dari wilayah tersebut, yang menikmati fasilitas tarif nol saat memasuki pelabuhan dari Shenzhen.
Baca Juga: Beijing dan Filipina Saling Tuduh Aktivitas Ilegal di Laut China Selatan
“Tarif nol akan memberikan daya saing lebih tinggi bagi produk dari wilayah tersebut seperti kakao, kopi, alpukat, serta buah sitrus dan anggur,” kata kementerian tersebut, dikutip dari Xinhua.
Sejak Desember 2024, China sendiri telah menghapus tarif untuk 100% kategori produk dari 33 negara kawasan terkait yang tergolong negara kurang berkembang. Kebijakan terbaru ini kini mencakup negara berkembang lainnya seperti Kenya, Mesir dan Nigeria.
Dalam skema baru, sekitar 20 negara Afrika non-least developed countries akan mendapatkan tarif nol dalam bentuk tarif preferensial selama dua tahun, sambil menunggu perjanjian jangka panjang melalui kerja sama ekonomi dari China-Afrika.
China menilai kebijakan ini juga akan mendorong peningkatan investasi ke Afrika. Hal itu juga termasuk transfer teknologi, peralatan, dan keahlian manajemen.
“Kebijakan ini akan membantu meningkatkan investasi, membawa teknologi dan keahlian untuk mengolah produk Afrika di dalam negeri,” ujarnya.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat menyeimbangkan perdagangan antara kedua wilayah serta menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Ketua Komisi African Union Commission, Mahmoud Ali Youssouf sendiri menyambut positif kebijakan tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan tersebut.
“Ini adalah langkah yang sangat tepat waktu bagi kami di tengah tekanan global seperti proteksionisme dan isolasionisme,” katanya.
“Kami menyampaikan terima kasih atas langkah persahabatan ini yang sangat dihargai oleh seluruh pihak dari Afrika,” tambahnya..
China saat ini merupakan mitra dagang terbesar Afrika. Data resmi menunjukkan nilai perdagangan China-Afrika mencapai rekor US$348 miliar pada 2025, dengan impor China dari Afrika sebesar US$123 miliar atau naik 5,4% secara tahunan.
Baca Juga: Amerika Serikat dan Filipina Uji Rudal Anti-Kapal di Laut China Selatan
Kebijakan ini juga sejalan dengan strategi keterbukaan ekonomi China dalam Rencana Lima Tahun ke-15 periode 2026–2030 yang menargetkan peningkatan kualitas perdagangan dan investasi global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: