Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah. Indeks hingga siang ini atau pukul 1.12 WIB berada di level 5.115,03 turun 96,96 poin atau 1,86 persen dibandingkan penutupan perdagangan Kamis (24/11/2016). Padahal, pada perdagangan kemarin pun indeks terkoreksi 104,37 poin atau 2 persen ke 5.107 setelah bergerak di antara 5.102-5.194.?
PT Schroder Investment Management Indonesia menilai, aksi demonstrasi terkait penistaan agama yang melebar ke ranah politik turut menjadi katalis negatif dari domestik sehingga menekan laju IHSG.
Hal tersebut dikatajan oleh Chief Executive Officer Schroders, Michael T Tjoajadi, di Jakarta, Jumat (25/11/2016).
Menurutnya, dengan berlarut-larutnya aksi demonstrasi memberikan dampak negatif bagi pergerakan IHSG di pengujung tahun ini, bahkan akan berimplikasi buruk terhadap ekonomi dalam negeri secara umum.
"Demonstrasi yang berlanjut terus, tentu sangat mempengaruhi IHSG dan ekonomi kita. Tanpa violent saja, demonstrasi itu mempunyai dampak negatif, apalagi jika selanjutnya demonstrasi itu terjadi violent," katanya.
Ia memandang, aksi demonstrasi yang beberapa waktu belakangan ini terjadu membawa dampak buruk kepada beberapa sektor bisnis di tanah air.?
"Sentimen negatif itu sekarang sudah berpengaruh kemana-mana, contohnya sektor properti," terangnya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan saat ini investor yang akan membeli properti lebih mengambil sikap wait and see. Laku para pengembang pada akhirnya juga memilih untuk?menunggu dan menunda pengerjaan proyek terkait upaya mencari kepastian pasar pasca berlangsungnya sejumlah aksi demonstrasi. "Aksi demonstrasi mendatang (2 Desember 2016) juga akan memberikan sangat berpengaruh negatif bagi ekonomi," tambahnya.
Meski begitu, terpilihnya Donald Trump juga menjadi salah satu sentimen negatif bagi indeks. Sentimen negatif Trump, ujarnya juga dirasakan untuk negara-negara lain yang terjadi di pasar valuta asing maupun pasar surat utang.
"Fluktuasi sejumlah bursa saham, termasuk di Indonesia, terjadi sangat besar sejak pemilihan presiden Amerika. IHSG saja sempat langsung melemah lebih dari 100 poin.?Di pasar forex, bukan cuma rupiah yang melemah, hampir seluruh mata uang dunia melemah terhadap dollar AS. Politik di AS telah menjadi global impact yang negatif bagi negara lain," ucap Michael.
Dia berharap, kepemimpinan Trump di AS tidak memicu praktik perang dagang terkait rencana AS yang akan menaikkan tarif impor. Selain itu, Michael berharap pemerintah Indonesia mempercepat belanja modal dan belanja barang, karena 60 persen pertumbuhan ekonomi nasional ditopang konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Vicky Fadil
Tag Terkait: