Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Diprediksi Sentuh Level 6.000 Tahun Depan

        IHSG Diprediksi Sentuh Level 6.000 Tahun Depan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Syailendra Capital memprediksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada tahun 2017 akan mulai bergerak ke level 6.000-an. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur sekaligus Chief Investment Officer PT Syailendra Capital, Cholis Baidowi, saat ditemui di Jakarta, Selasa (29/11/2016).

        Menurut Cholis, pertumbuhan indeks pada tahun depan akan ditopang oleh sentimen yang berasal dari dalam negeri. "IHSG tahun depan akan naik dengan posisi terendah 5.900 dan tertinggi 6.100," ungkapnya.

        Chilis memandang, secara fundamental ekonomi domestik secara umum masih sangat kuat. Lalu, dari sisi defisit juga termanajemen. Jika kedua hal tersebut bisa dijaga dengan kinerja makro ekonomi yang bagus, maka level indeks tidak akan bereaksi terlalu negatif terhadap apa yang terjadi di luar penyebab fundamental ekonomi.

        Dimana, saham di sektor konstruksi dan perbankan menjadi penopang utama kenaikan indeks pada tahun 2017. Untuk sektor perbankan, lanjut Cholis padatahun depan dilihat akan? ada perbaikan atas kredit macet (Non Performing Loan/NPL) dan perbaikan landing. "Kita cukup optimis bahwa bank akan mulai lebih aktif di 2017 dari sisi landing growth. Ini akan menjadi motor dari pengerak semuanya," terangnya.

        Smeentara itu, untuk sektor komoditas ia juga meestimasikan akan bullish seiring dengan naiknya harga CPO (Crude Palm Oil). Untuk sektor konsumsi pihaknya pun cukup optimis untuk konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah dan ke bawah (midle to low). Misalnya saja pada penjualan mobil yang mengalami kenaikan sangat kuat, baik mobil mahal dengan harga di atas 400 juta rupiah maupun mobil murah tipe low cost green cost (LCGC).

        Kenaikan penjualan mobil di atas harga 400 juta rupiah menunjukkan kepercayaan terhadap perbaikan ekonomi. Sementara untuk penjualan mobil LCGC yang juga ikut terdongkrak naik, karena adanya perbaikan daya beli. Dari situ masyarakat berpenghasilan rendah menunjukkan perbaikan dari sisi daya beli.

        Mengekor dengan kenaikan IHSG maka laba bersih saham emite (earning per share/EPS), diperkirakan juga naik menjadi double digit menjadi 12 persen dari posisi saat ini yaknj low single digit. Kenaikan EPS, diikuti oleh saham emiten sektor kontruksi, perbankan, komoditas, dan konsumsi. "EPS tahun depan naik menjadi 12 persen dari posisi saat ini low single digit," tukasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Rahmat Patutie

        Bagikan Artikel: