Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Tertekan 0,36% ke Level 6.484,36, Didorong 204 Saham yang Melemah

IHSG Tertekan 0,36% ke Level 6.484,36, Didorong 204 Saham yang Melemah Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada perdagangan Selasa pagi (16/9/2026), setelah sempat bergerak di zona merah pada awal sesi.

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.04 WIB, IHSG naik 23,214 poin atau 0,36% ke level 6.484,367. Sebelumnya, indeks sempat terkoreksi hingga 6.445,236 sebelum akhirnya kembali menguat.

IHSG dibuka pada level 6.453,914 dan kemudian mencatat posisi tertinggi sementara di 6.485,048. Hingga waktu tersebut, volume perdagangan mencapai 1,332 miliar saham dengan nilai transaksi Rp603,048 miliar dan frekuensi 109.467 kali.

Sebanyak 250 saham tercatat menguat, sedangkan 204 saham melemah dan 222 saham lainnya stagnan. Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp11.334,573 triliun.

IHSG Dibayangi Keputusan The Fed

Pergerakan IHSG masih dibayangi sentimen global, terutama keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan diumumkan Rabu (16/9/2026). Pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,75%-4%.

Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya menyebut ekspektasi kebijakan The Fed menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor. Sebelumnya, indeks-indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (15/9/2026), di tengah kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat melonjak 4,4% ke level US$105 per barel. Sementara itu, yield US Treasury tenor 10 tahun naik lebih dari 3 basis poin hingga mencapai 5%.

Tekanan juga terlihat pada pasar emas. Harga emas spot terkoreksi 0,3% menjadi US$4.285 per troy ounce.

Dengan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji area 6.350-6.400 pada perdagangan hari ini.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Uji 6.350-6.400 Jelang Keputusan The Fed

Baca Juga: Demutualisasi BEI, OJK Ungkap Progres Terbarunya

Baca Juga: BEI Turunkan Batas Minimum Harga Saham Jadi Rp1 Mulai 28 September

Dari Asia, data ekonomi China menunjukkan perkembangan yang beragam. Produksi industri pada Agustus 2026 tumbuh 5,2% secara tahunan (YoY), sementara penjualan ritel hanya meningkat 0,4% YoY.

Di dalam negeri, investor juga mencermati peringatan S&P Global Ratings terkait meningkatnya risiko kredit serta tekanan pendapatan yang dihadapi perbankan BUMN Indonesia.

Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan investor mencermati saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan