Kredit Foto: Gito Adiputro Wiratno
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melakukan sinergi dengan PT Bank Jabar Banten Tbk (BJBR) dalam rangka launching kartu prabayar E-Money?Bank BJB. Hal ini dilakukan untuk memperluas penetrasi uang elektronik dan juga sebagai medium akselerasi pencapaian program Gerakan Nasional Non Tunai.?
?Selain mendukung program Gerakan Nasional Non Tunai, kami berharap dengan adanya launching kartu E-money?Bank BJB, dapat lebih meningkatkan kinerja bisnis Bank BJB?di perbankan nasional sehingga secara jangka panjang bank ini akan terus semakin tumbuh dan berkembang?, ujar Direksi Konsumer Bank BJB, Fermiyanti saat acara peluncuran kartu e-money co branding BJB di Jakarta, Jumat (9/12).
Lebih lanjut dirinya mengatakan, kartu e-money bank bjb akan dijual melalui kantor-kantor cabang bank bjb yang tersebar di Jawa Barat, Banten, DKI, maupun di luar wilayah tersebut. Pada tahap awal perseroan bakal mendistribusikan uang digital tersebut di 33 kantor layanan Bank BJB.? Meski begitu, nantinya, kartu e-money?Bank BJB ini juga dapat digunakan di merchant-merchant yang telah bekerja sama dengan Bank Mandiri, seperti sektor transportasi, merchant retail, merchant kuliner, theme park, maupun sektor potensial lainnya.
Senior EVP Chief Technology Officer Bank Mandiri?Joseph Georgino Godong menambahkan, sinergi dengan bank pembangunan daerah (BPD) merupakan salah satu strategi bisnis perseroan dalam memperbesar pangsa pasar kartu prabayar e-money, mengingat BPD merupakan mitra pemerintah daerah dalam mengelola berbagai sumber daya untuk meningkatkan kualitas layanan publik kepada masyarakat.
?Dengan posisi strategis BPD tersebut, kami juga ingin agar uang elektronik berlogo e-money ini dapat dimanfaatkan untuk memudahkan masyarakat di wilayah, dalam hal ini nasabah Bank BJB, dalam melakukan transaksi pembayaran,? ungkap Joseph.
Hingga Oktober 2016, Bank Mandiri telah menerbitkan kartu e-money sebanyak 8,4 juta keping dengan rata-rata transaksi per bulan lebih dari 36 Juta transaksi. Dari capaian itu senilai lebih dari Rp 327 Miliar per bulan. Saat ini, uang elektronik berlogo e-money dapat digunakan untuk melakukan transaksi di 946 merchant dengan jumlah outlet sebanyak lebih dari 52 ribu unit.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Gito Adiputro Wiratno
Editor: Rahmat Patutie