Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Tak Perlu Runtuhkan Setiap Gedung,' Presiden Amerika Nilai Taktik Israel di Lebanon Sangatlah Buruk

'Tak Perlu Runtuhkan Setiap Gedung,' Presiden Amerika Nilai Taktik Israel di Lebanon Sangatlah Buruk Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengkritik taktik militer Israel di Lebanon dan menyebut pendekatan yang digunakan Tel Aviv dalam menghadapi Hizbullah masih jauh dari ideal.

Trump menegaskan dirinya tidak menentang hak Israel untuk membela diri. Namun, ia menilai cara yang digunakan Israel selama ini terlalu berlebihan dan perlu diubah.

Baca Juga: 'Saya Merasa Sedih,' Presiden Amerika Berikan Dukungannya ke Sekutu Iran Gegara Terus Dibom Israel

"Saya pikir mereka bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik terhadap Hizbullah," kata Trump, dikutip Kamis (18/6).

Ia mencontohkan respons Israel terhadap ancaman yang menurutnya relatif kecil.

"Saya tidak mengatakan mereka tidak boleh melindungi diri. Tetapi ketika dua drone ditembakkan ke gurun dan jatuh tanpa menimbulkan korban, Anda tidak perlu merobohkan bangunan di Beirut," ujarnya.

Trump mengaku pernah secara langsung meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, agar menerapkan pendekatan yang lebih lunak di Lebanon.

"Saya mengatakan kepada Bibi, Anda bisa menggunakan sentuhan yang lebih lembut. Anda tidak perlu merobohkan sebuah gedung setiap kali seseorang masuk ke dalamnya hanya karena diduga berasal dari Hizbullah," kata Trump.

Menurutnya, Israel belum menangani konflik dengan Hizbullah secara efektif.

"Mereka bisa berperilaku lebih baik di sana. Terus terang, mereka bisa melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik terhadap Hizbullah. Saya tidak berpikir mereka melakukannya dengan baik," tegasnya.

Meski melontarkan kritik, Trump tetap memuji hubungan eratnya dengan Netanyahu.

"Kami memiliki kemitraan yang luar biasa. Dia adalah perdana menteri yang luar biasa dan kami hanya memiliki sedikit perbedaan pandangan soal Lebanon," ujarnya.

Operasi militer Israel di Lebanon selama ini menjadi salah satu batu sandungan dalam proses perdamaian antara AS dan Iran. Teheran beberapa kali menuntut penghentian serangan Israel terhadap Lebanon sebagai bagian dari pembahasan perdamaian regional.

Baca Juga: FIFA Istimewakan Amerika, Trump Diberi Lampu Hijau untuk Ikut Momen Angkat Trofi di Piala Dunia 2026

Pernyataan terbaru Trump menunjukkan adanya ketidakpuasan yang semakin terbuka dari Washington terhadap pendekatan militer Israel di Lebanon, terutama karena serangan-serangan tersebut dinilai berpotensi mengganggu upaya diplomasi dan memperbesar risiko konflik baru di Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar