'Satukan Negara Teluk,' Amerika Blak-blakan Akui Punya Rencana Buka Gerbang Persahabatan dengan Iran
Kredit Foto: Istimewa
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance membongkar visi Donald Trump di balik kesepakatan damai dengan Iran. Menurut Vance, Trump tidak sekadar ingin mengakhiri konflik dengan Teheran, melainkan membuka lembaran baru hubungan yang lebih baik antara kedua negara.
Dikutip dari Fox News, Rabu (17/6), Vance mengatakan Trump sedang berupaya mengulurkan "tangan perdamaian" kepada Iran. Namun, kesempatan itu hanya akan terwujud apabila para pemimpin Iran bersedia mengubah perilaku mereka.
Baca Juga: Nyatakan Tidak Terima, Israel Meradang Lihat Kesepakatan Damai Amerika dan Iran
"Apa yang sedang dilakukan presiden sebenarnya adalah mengulurkan tangan perdamaian," kata Vance.
Menurutnya, pemerintah Iran harus mengambil langkah perubahan apabila ingin rakyatnya menikmati kesejahteraan dan kemakmuran yang lebih besar.
"Para pemimpin Iran harus maju dan mengubah perilaku mereka jika rakyat Iran ingin memperoleh kemakmuran yang lebih besar," ujarnya.
Vance menegaskan Amerika Serikat siap menyambut perubahan tersebut. Namun, apabila Teheran memilih tetap pada sikap lama, Washington mengklaim telah memperoleh berbagai keuntungan strategis dari pendekatan yang dijalankan selama ini.
"Jika mereka melakukannya, bagus. Jika tidak, Amerika Serikat sudah mendapatkan banyak hal yang kami butuhkan," kata Vance.
Lebih jauh, Vance meyakini rencana perdamaian antara AS dan Iran berpotensi memberikan dampak transformatif bagi Timur Tengah selama beberapa generasi mendatang.
Ia menilai kesepakatan yang tengah dibangun pemerintahan Trump sangat berbeda dibandingkan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau kesepakatan nuklir Iran era Presiden Barack Obama.
Menurut Vance, negara-negara Teluk Arab pada masa lalu menentang JCPOA karena meyakini perjanjian tersebut justru memperkuat posisi Iran di kawasan. Namun, situasi kini berubah. Negara-negara Teluk disebut memandang rencana damai Trump sebagai peluang menciptakan tatanan baru di Timur Tengah.
"Tahukah Anda apa yang mereka pikirkan tentang rencana perdamaian Presiden Trump? Mereka menyukainya karena mereka berpikir ini membuka lembaran baru menuju Timur Tengah yang baru," ujar Vance.
Ia bahkan mengklaim kebijakan Trump berhasil menyatukan negara-negara Teluk yang sebelumnya memiliki banyak perbedaan pandangan terkait Iran dan keamanan kawasan.
"Apa yang telah kami lakukan di sini sebenarnya adalah menyatukan negara-negara Teluk," tegasnya.
Pernyataan Vance muncul di tengah berkembangnya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran yang disebut-sebut akan mengakhiri permusuhan panjang kedua negara dan membuka peluang terciptanya stabilitas baru di Timur Tengah.
Baca Juga: 'Kami Bukan Raja Dunia,' FIFA Angkat Tangan Soal Kelakuan Amerika ke Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Bagi pemerintahan Trump, perdamaian dengan Iran tidak hanya dipandang sebagai penghentian konflik, tetapi juga sebagai upaya membuka gerbang persahabatan baru yang diyakini dapat mengubah peta geopolitik kawasan untuk jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: