Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Muncul Pembela Anies: DPRD Suka Serang Tanpa Data, Cuma Asumsi

        Muncul Pembela Anies: DPRD Suka Serang Tanpa Data, Cuma Asumsi Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019, Bestari Barus menyayangkan adanya sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 yang kerap mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, namun tidak disertai data yang tepat. Bestari pun meminta agar DPRD kembali menggelar bimbingan teknis (Bimtek) kembali.

        Politisi senior NasDem DKI Jakarta, Bestari Barus mengungkapkan, beberapa fraksi di DPRD DKI menuding kinerja Anies dalam memimpin Jakarta selama tiga tahun kurang ciamik.

        "Kritik dan saran dari DPRD banyak yang tidak berdasar pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD)," kata Bestari kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020) malam.

        Baca Juga: Anies Diteriaki Gagal dari Sana-sini, Orang Golkar Terdepan Pasang Badan

        Bastari menyarankan DPRD kembali melakukan Bimtek ulang agar para dewan mampu memberikan masukan, pengawasan dan menjalankan fungsi penganggaran sesuai dengan RPJMD yang sudah ditetapkan. Dia pun menduga saat ini banyak anggota dewan yang terkesan melakukan kritik hanya berdasarkan keinginan hati pribadi saja.

        "Misalnya soal Covid-19 saat muncul PSBB ketat. Banyak kritik dewan hanya asumsi dan kondisi perasaannya saja. Kebijakan PSBB ketat oleh Anies sudah berdasarkan analisa medis dan data yang berkembang dengan mempertimbangkan hidup masyarakat," ujarnya.

        Bestari menilai, secara umum tidak bisa menjadikan tiga tahun pemerintahan ini menjadi ukuran penilaian karena pembangunan itu berkelanjutan. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK menandakan pengelolaan keuangan era Anies sangat baik.

        Sementara politisi senior Golkar Jakarta, Ashraf Ali menilai, dalam konteks kinerja Anies Baswedan sudah mulai terlihat.

        "Sebenarnya kinerja Anies sudah mulai terlihat. Soal banjir, Anies sudah melakukan gerakan nyata dan buktinya titik banjir Jakarta sudah berkurang," tegas politisi senior Golkar Jakarta, Ashraf Ali terkait tiga tahun kepemimpinan Anies Baswedan kepada wartawan, Minggu (18/10/2020).

        Banjir, lanjut Ashraf memang sulit diatasi selagi tidak ada pembenahan di kota penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek). Di mata Ashraf, Anies yang memiliki latar belakang intelektual, membuat gayanya membangun itu berdasarkan konsep lalu kerja dan bergerak.

        Baca Juga: Sisa 2 Tahun Lagi, Anies Jangan Bikin Kebijakan Ngawur dan Aneh!

        "Sebenarnya kinerja Anies sudah terlihat. Banjir titik berkurang dan ini hasil dari pengerukan kali yang secara masif," terangnya.

        Wakil Ketua Golkar DKI Jakarta ini melanjutkan, Anies juga sudah berbuat untuk melakukan pembenahan transportasi publik. "Dia juga menyelesaikan MRT dan membenahi bus Transjakarta. Dan ada JakLinko yang sangat membantu masyarakat, sopir dan pengusaha angkutan," ujarnya.

        Menurut Ashraf, kepemimpinan Anies dalam tiga tahun ini sudah terlihat. "Tapi memang belum sempurna, karena ditambah lagi soal adanya Corona. Kita tunggu saja sampai lima tahun apa hasilnya," ucapnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Rosmayanti

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: