Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rakyat Melakukan Demonstrasi Menuntut Penurunan Harga BBM, DPR Malah Khusyuk Ngerayain Ultah Mbak Puan Maharani, Pengamat: Jika Punya Hati…

        Rakyat Melakukan Demonstrasi Menuntut Penurunan Harga BBM, DPR Malah Khusyuk Ngerayain Ultah Mbak Puan Maharani, Pengamat: Jika Punya Hati… Kredit Foto: Twitter/Puan Maharani
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gelombang perlawanan rakyat terhadap kebijakan Presiden Jokowi yang menaikkan harga BBM terus terjadi di beberapa daerah di seluruh Indonesia.

        Namun bukan hanya demonstrasi masyarakat yang jadi sorotan, ulah segenap anggota DPR yang merayakan ulang tahun ketua mereka yakni Puan Maharani malah menjadi catatan kritis tersendiri ketika ditemukan fakta bahwa saat hal itu dilakukan, rakayat diluar sedang menuntut hak mereka.

        Mengenai ulah DPR yang malah merayakan ulang tahun Puan Maharani ketika masyarakat sedang demonstrasi di depan gdung DPR ini, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat angkat suara. Menurutnya hal tersebut adalah sebuah ironi yang terjadi di Indonesia yang ditunjukkan pemerintah sekaligus mempertontonkan bagaimana kinerja DPR Sebenarnya.

        Baca Juga: Yang Nggak Suka Anies Baswedan Jangan Kelojotan! Diteriakin 'Bapak Politik Identitas', Perwakilan Gereja Jakarta: Anies Bapak Kesetaraan

        “Ini sebuah ironi yang menggambarkan bahwa Pemerintah tidak mempunyai empati terhadap penderitaan rakyat. Jika punya hati nurani semestinya para anggota DPR harus menahan diri minimal sampai kemarahan publik mereda atau menunggu mereka pulang, dan rayakan ulang tahun tersebut diluar DPR karena secara moral DPR ini representatif dari kondisi rakyat,” ujar Achmad dalam keterangan resmiyang diterima wartaekonomi.co.id, Kamis (8/9/22).

        Menurut Achmad semua drama yang datangnya dari pemerintah ataupun DPR terkait kenaikan harga bbm menunjukkan sesutau lain yang lebih mengerikan.

        Hal tersebut adalah tidak adanya rasa empati terhadap kesusahan yang semala ini dirasaka.

        “Negara ini benar-benar sedang krisis empati. Hati nurani dan kepekaan sosial seolah-olah sudah tidak ada di sebagian besar penyelenggara negara,” tambah Achmad.

        Baca Juga: Heboh Kabar Peserta Deklarasi Ganjar Pranowo Presiden di Bone Kecewa Isi Amplop Tak Sesuai Kesepakatan, Refly Harun: Haduh…

        Lanjut Achmad, rakyat saat ini semakin sadar dan pintar. Orang-orang yang kurang punya empati dan kapasitas dalam mengelola negara tentunya akan mereka tinggalkan dan tidak akan dipilih lagi.

        “Publik sudah cukup merasakan bagaimana pahitnya terbuai kata-kata manis oknum-oknum partai politik yang seolah-olah akan memperjuangkan rakyat namun pada akhirnya publik merasa seperti kena prank. Itulah kondisi bangsa saat ini,” ungkapnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Bayu Muhardianto
        Editor: Bayu Muhardianto

        Bagikan Artikel: