Gak Cuma Pakai Ganjar dan Prabowo, Refly Ungkap Kemungkinan Lain Gagalkan Koalisi Pendukung Anies: Rayu NasDem Kembali ke Pangkuan Bapak
Langkah politik eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang telah dideklarasikan oleh Partai NasDem disinyalir bakal penuh rintangan, bahkan bisa jadi rawan dijegal.
Potensi itu yang dibahas oleh pengamat politik Refly Harun. Ahli hukum tata negara itu menilai Anies bisa dijegal dengan menghalangi pembentukan Koalisi Perubahan yang akan mengusungnya.
Baca Juga: Pamer Nonton Film Dokumenter Presiden Brazil, Anies Bicara Soal Erosi Demokrasi
"Ada faktor lain yang sekarang sedang diupayakan, yaitu bagaimana menjegal koalisi ini," ungkap Refly, dikutip dari kanal YouTube-nya, Senin (2/1/2023).
Sebagai informasi, Koalisi Perubahan sedianya akan dibentuk oleh Partai NasDem bersama oposisi pemerintahan Jokowi, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.
Menurut Refly, ada beberapa skenario yang dipertimbangkan Istana untuk menjegal Anies, termasuk dengan mencatut nama kandidat capres lain seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
"Ini analisis saya ya. Jokowi berharap Anies tidak bisa memenuhi kuota 20 persen, entah dengan cara merayu NasDem agar kembali ke pangkuan bapak," terang Refly.
"Merayu Demokrat dengan iming-iming tinggi, yaitu AHY wapresnya Ganjar misalnya. Dengan merayu PKS dengan iming-iming tinggi Aher menjadi wakil presidennya Prabowo dan diyakinkan bahwa Prabowo punya peluang untuk menang juga," imbuhnya.
Atau kemungkinan terakhir adalah Istana akan mendiamkan pembentukan Koalisi Perubahan dan akan mengambil tindakan terhadap Partai NasDem nanti.
Namun, kemungkinan terakhir ini, menurut Refly, baru bisa terjadi bila Partai NasDem benar-benar resmi mendeklarasikan Anies bersama Koalisi Perubahan. Hal itu juga yang diduga menjadi alasan Koalisi Perubahan belum dideklarasikan hingga sekarang.
"Agar Presiden Jokowi juga tidak mengambil tindakan apa-apa karena NasDem tetap ingin kadernya ada di pemerintahan selama mungkin, syukur-syukur sampai akhir masa jabatan," ucap Refly.
"Teorinya begini, seandainya sampai pada saat pemilihan nanti dan ternyata NasDem menang dengan Anies Baswedan, belum tentu juga NasDem akan ditendang oleh Presiden Jokowi dalam sisa masa jabatan, karena sama saja itu meninggalkan luka yang akan dibalas dendam barangkali," pungkas Refly.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Puri Mei Setyaningrum