Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BGN Menyisir Dapur di Serang, Ini Responsnya Soal Isu Markup Seratus Persen Harga Roti MBG

BGN Menyisir Dapur di Serang, Ini Responsnya Soal Isu Markup Seratus Persen Harga Roti MBG Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Publik dan Badan Gizi Nasional (BGN) kini ramai mencari identitas dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berani memainkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul unggahan viral mengenai dugaan mark up harga roti di Kota Serang, Banten.

Kasus tersebut menyita perhatian karena menyangkut program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang selama ini digadang-gadang menjadi salah satu instrumen utama peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: 'Tolong Saya,' Dua Sosok Ini Jadi Kunci Prabowo Bongkar Korupsi Dadan Hindayana di MBG

Sorotan bermula dari unggahan seorang pengguna Threads yang mengaku diminta membuat nota pembelian roti dengan harga dua kali lipat dari nilai sebenarnya.

Dalam unggahan itu disebutkan harga roti yang telah disepakati sebesar Rp1.500 per buah diminta ditulis menjadi Rp3.000 per buah pada dokumen pembelian.

Unggahan tersebut langsung memicu perburuan informasi di media sosial. Banyak masyarakat mempertanyakan dapur MBG mana yang diduga melakukan praktik tersebut.

Namun hingga kini identitas SPPG yang dimaksud masih menjadi misteri.

Badan Gizi Nasional melalui Koordinator Wilayah SPPG Kota Serang, Nuni mengatakan pihaknya juga sedang berupaya mengungkap lokasi dapur yang disebut dalam unggahan viral tersebut.

"Saat ini kami sedang mencari tahu SPPG mana yang melakukan hal seperti itu," kata Nuni, dikutip Senin (8/6).

Menurutnya, informasi yang beredar belum cukup untuk langsung mengarah pada satu dapur tertentu karena tidak menyebutkan identitas maupun lokasi yang jelas.

Meski demikian, Satgas MBG Kota Serang telah dilibatkan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut. Nuni menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi pelanggaran apabila nantinya ditemukan bukti adanya manipulasi harga atau penyimpangan dalam pengadaan bahan makanan.

Kasus ini menjadi sensitif karena MBG bukan sekadar program pembagian makanan, melainkan proyek besar pemerintah yang melibatkan anggaran negara dalam jumlah besar.

Program tersebut juga dirancang untuk membantu menurunkan angka stunting, memperbaiki status gizi anak-anak, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Karena itu, munculnya dugaan mark up harga roti langsung memantik reaksi luas dari masyarakat yang menilai setiap rupiah anggaran MBG harus digunakan secara tepat sasaran.

Di sisi lain, publik kini menunggu hasil penelusuran Satgas MBG untuk mengetahui apakah dugaan tersebut benar terjadi dan siapa pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga: 'Jauh dari Perkiraan US$300/Barel,' Amerika Santai Hadapi Ledakan Harga Minyak Akibat Perang Iran

Sampai saat ini belum ada kepastian mengenai kebenaran informasi yang beredar maupun identitas dapur MBG yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar