Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kerugian Bersih dari Pencurian Kripto Turun Tajam pada 1Q23

        Kerugian Bersih dari Pencurian Kripto Turun Tajam pada 1Q23 Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sebuah laporan yang dirilis oleh penyedia layanan antivirus dan aplikasi De.Fi mencatat bahwa kerugian bersih dari pencurian kripto pada kuartal pertama tahun 2023 (1Q23) mengalami penurunan tajam menjadi US$322 juta bersamaan dengan pemulihan dana dibandingkan dengan tahun 2022.

        Dilansir dari Cointelegraph pada Senin (3/4/2023), peretas dan scammer kripto telah menghasilkan US$452 juta pada 1Q23. Ini merupakan kabar baik sekaligus kabar buruk karena kerugian menurun dari US$1,3 miliar pada 1Q22, namun di sisi lain tingkat pemulihan dana juga menurun.

        Berdasarkan rincian laporan, sebanyak US$215 juta dari kerugian yang terjadi pada 1Q23 terjadi dalam tiga minggu pertama bulan Maret. Eksploitasi terbesar terjadi pada eksploitas Euler Finance dan Bonq DAO yang masing-masing mengalami kerugian sebesar US$196 juta dan US$120 juta. Karena eksploitas ini, blockchain Ethereum menderita kerugian tertinggi dalam dolar.

        Baca Juga: 3.627 ATM Kripto Offline pada Maret, Jadi Rekor Tertinggi

        Eksploitasi terbesar berikutnya ditempati oleh skema CoinDeal dengan US$45 juta dana dieksploitasi dan diikuti oleh penipu pishing Monket Drainer dengan kerugian US$16,5 juta.

        Dari 49 kasus yang diperiksa, enam serangan flash loan juga menyumbang kerugian paling signifikan dengan total lebih dari US$200 juta. Adapun keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang menyumbang lima insiden menderita kerugian sebesar US$336 juta.

        Pada 1Q23, sebanyak US$130 juta dana berhasil dipulihkan dari eksploitasi. Dana tersebut dipulihkan pada bulan Maret dengan US$129 juta dikembalikan oleh peretas Euler Finance.

        Sementara pada 1Q22, sebanyak US$520 juta dari US$1,3 miliar telah dikembalikan dari dana yang hilang. Jika dibandingkan, pengembalian dana pada 1Q23 hanya 28,7% dibandingkan pada 1Q22 yang mencapai 40%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Tri Nurdianti
        Editor: Rosmayanti

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: