Anies Baswedan Soal Harga Pangan Mahal: Kalau Mahal Uangnya Sampai ke Petani Nggak Apa-apa, Masalahnya...
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Calon Presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan menyinggung soal mahalnya harga pangan yang dirasakan masyarakat.
Hal ini Anies sampaikan saat berorasi di Bogor pada hari pertama kampanye nasional, Selasa (29/11/23).
Awalnya Anies berinteraksi dengan massa yang hadir dengan menanyakan apakah harga pangan saat ini mahal atau murah, massa pun kompak menyebut “mahal”.
Menurut Anies yang jadi masalah bukan hanya kesulitan masyarakat soal harga beras yang mahal tetapi juga nasib para petani. Anies menilai jika harga beras mahal tetapi petani menerima uangnya dengan layak sesuai kerja mereka maka itu tak perlu dipermasalahkan.
“Bila harga beras mahal tapi uangnya sampai ke petani saya yakin bapak ibu ikhlas,” jelas Anies.
Yang jadi masalah menurut Anies adalah ketika harga pangan mahal tetapi para pertani juga tak mendapat upah sesuai dengan mahalnya harga pangan.
Karenanya ia berkomitmen akan mengubah situasi ini di mana harga pangan bisa terjangkau masyarakat dan petani bisa hidup sejahtera.
“Masalahnya orang di perkotaan bayar beras harganya mahal pertani terima uangnya juga dikit, ini mau diteruskan atau diubah? Harus diubah,” tegas Anies.
Dilihat dari panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Rabu, 29 November 2023 tercatat kenaikan terhadap pangan jenis beras.
Baca Juga: Investor Asing Belum Ada di IKN, Jokowi: Masa Satu Saja Ndak Ada...
Harga beras premium naik semula pada 22 November Rp14.960 menjadi 15.000 per kilogram (kg) dan dalam rentang waktu yang sama beras medium tercatat naik dari Rp13.150 menjadi Rp 13.200 per kg.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto
Tag Terkait: