Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dorong Adanya Perubahan, Anies Baswedan: Banyak Aturan 'Ditekuk' untuk Kepentingan Penguasa

        Dorong Adanya Perubahan, Anies Baswedan: Banyak Aturan 'Ditekuk' untuk Kepentingan Penguasa Kredit Foto: Antara/Muhammad Izfaldi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Calon Presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan membeberkan alasan mengapa perlu adanya perubahan di Indonesia.

        Hal ini Anies sampaikan dalam acara debat Calon Presiden yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (13/12/23).

        Salah satu yang Anies singgung adalah soal penegakkan hukum di Indonesia yang mana ia tegaskan perlu dikembalikannya muruah hukum yang adil berlaku untuk semua orang.

        "Banyak aturan ditekuk sesuai dengan kepentingan yang sedang memegang kekuasaan,” jelas Anies.

        “Apakah ini akan diteruskan? Tidak. Ini harus diubah. Ini harus dikembalikan," tambahnya.

        Baca Juga: Banyak Pejabat Ditangkap Kasus Korupsi, Jokowi: Jangan Tepuk Tangan!

        Eks Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan Indonesia merupakan negara hukum di mana kekuasaan diatur hukum.

        Sebaliknya, tak boleh penguasa atau kekuasaan malah mengatur hukum sesuai dengan keinginan pribadi dan kelompok.

        Kami melihat perubahan ini harus dikembalikan, negara ini adalah negara hukum bukan negara kekuasaan. Dalam negara hukum kekuasaan diatur oleh hukum, dalam negara kekuasaan hukum diatur oleh penguasa dan kita tidak menginginkan itu terjadi,” jelasnya.

        Anies pun menyinggung soal kehadiran anak muda yang jadi Cawapres yang merupakan putra dari Presiden saat ini.

        Sebagaimana diketahui, terjadi sorotan tajam sang putra presiden yang mana tak cukup umur namun lewat proses Mahkamah Konstitusi (MK) yang kebetulan saat itu dipimpin oleh sang paman, segala halangan administrasi bisa dilewati.

        Menurut Anies di saat yang bersamaan ada banyak anak muda yang harus mengalami kekerasan hanya karena mengutarakan pendapat dan mengkritik pemerintah.

        “Bila kita saksikan ada satu orang milenial bisa jadi Calon Wakil presiden, tetapi ada ribuan milenial generasi Z yang peduli pada anak-anak bangsa, peduli terhadap pihak termarjinalkan ketika mereka mengungkapkan pendapat dan mengkritik pemerintah justru mereka dihadapi dengan kekerasan dan benturan bahkan gas air mata, apakah kondisi ini akan dibiarkan? Tidak, kita harus lakukan perubahan,” jelasnya.

        Baca Juga: Anies Baswedan: Indonesia saat Ini Penuh dengan Ketidakadilan

        “Karena itu kami mendedikasikan diri hadir untuk menghadirkan komitmen bahwa dari puncak ke bawah kami akan menegakkan hukum pada siapa saja, kami kembalikan muruah kehidupan bernegara yang menempatkan hukum sebagai tempat paling tinggi,” tambahnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Bayu Muhardianto
        Editor: Bayu Muhardianto

        Bagikan Artikel: