Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kesadaran Jadi Kunci Perempuan Kembangkan Kualitas Diri

        Kesadaran Jadi Kunci Perempuan Kembangkan Kualitas Diri Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengungkapkan kesadaran menjadi kunci bagi perempuan untuk meningkatkan kualitas dari dirinya sendiri.

        Hal tersebut disampaikan Menteri PPPA saat menghadiri Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 di Provinsi Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

        Baca Juga: Menteri PPPA Dorong Perempuan Berdaya Bagi Diri Sendiri

        Momentum ini menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa Indonesia bertumpu pada perempuan yang berdaya dan saling menguatkan.

        “Perempuan Indonesia adalah perempuan yang kuat, tangguh, dan penuh daya. Mereka berani bermimpi, bekerja keras dalam sunyi, serta tetap berdiri tegak di tengah berbagai tantangan. Apa yang hari ini mungkin terasa berat, sesungguhnya sedang membentuk masa depan yang lebih adil bagi generasi mendatang,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemen PPPA, Selasa (3/12).

        Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA menjelaskan, PHI ke-97 mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan akan besarnya kekuatan dan potensi perempuan sebagai modal dasar yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan nasional.

        “Perempuan yang berdaya dan mampu berkarya merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang kuat, masyarakat yang inklusif, serta bangsa yang adil dan berkelanjutan,” tegas Menteri PPPA.

        Lebih lanjut, Menteri PPPA menggarisbawahi upaya meningkatkan kualitas perempuan harus berangkat dari kesadaran perempuan itu sendiri. Kesadaran tersebut menjadi kunci agar perempuan mampu mengembangkan kualitas diri, memberikan kontribusi terbaik, serta berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

        “Ketika perempuan diberikan ruang untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan dirinya, sesungguhnya mereka sedang menggerakkan bangsa dan negara Indonesia,” imbuh Menteri PPPA.

        Sejalan dengan upaya penguatan peran perempuan tersebut, Menteri PPPA juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, atas komitmen yang kuat dan berkelanjutan dalam mendorong pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur.

        “Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas langkah progresif dan keseriusannya dalam memastikan hadirnya layanan perlindungan yang lebih dekat, responsif, dan berpihak kepada perempuan dan anak. Semoga hal ini dapat menjadi pemantik semangat serta inspirasi bagi para kepala daerah di seluruh Indonesia untuk mempercepat pembentukan dan penguatan UPTD PPA di wilayah masing-masing, demi terwujudnya sistem perlindungan yang inklusif dan berkeadilan,” tutur Menteri PPPA.

        Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Tri Wahyu Liswati mengatakan pihaknya telah menyelenggarakan berbagai rangkaian acara dalam rangka PHI ke-97.

        Tri berharap, rangkaian kegiatan tersebut dapat meningkatkan komitmen multisektor untuk memberikan perhatian dan pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

        “Kegiatan Puncak PHI ke-97 juga dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kolaborasi dan sinergi pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat dalam menghadapi isu-isu perempuan di Provinsi Jawa Timur,” kata Tri.

        Lebih lanjut, Tri menyebutkan, melalui PHI tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga berupaya meningkatkan kualitas hidup perempuan dan memperkuat ketahanan keluarga, terutama melalui advokasi dan pendampingan. 

        “Hari ini kami juga memberikan penghargaan bagi kabupaten/kota yang berkomitmen memberikan pelayanan dan perlindungan untuk perempuan dan anak di Provinsi Jawa Timur,” tutur Tri.

        Sejalan dengan tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya mendorong kemandirian ekonomi perempuan. 

        Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Bank Jatim menyalurkan bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp2 juta kepada 10 perempuan yang telah lolos proses verifikasi.

        “Selain itu, DP3AK Jawa Timur juga mendorong para perempuan untuk memulai usaha mikro dengan memfasilitasi sinergi bersama Dinas Koperasi dan UMKM. Ini semua untuk para perempuan hebat yang hadir pada siang hari ini, agar dapat segera memulai usahanya, sehingga pemberdayaan ekonomi perempuan tidak menjadi mimpi, tetapi menjadi kenyataan,” pungkas Tri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: