Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan penguatan tipis dan bertahan di level tinggi, mencerminkan ketahanan pasar modal domestik di tengah dinamika global.
Pada penutupan sesi II perdagangan Selasa (30/12/2025), IHSG ditutup menguat 2,68 poin atau 0,03% ke posisi 8.646,94, sekaligus mengunci kenaikan tahunan sebesar 22,13% secara year on year.
Sepanjang perdagangan terakhir tersebut, IHSG bergerak fluktuatif. Indeks sempat dibuka di level 8.627,40, lalu tertekan hingga menyentuh posisi terendah harian di 8.584,86 sebelum berbalik menguat dan mencatatkan level tertinggi intraday di 8.663,66. Pergerakan ini menegaskan bahwa tekanan jual di akhir tahun tidak mengubah tren penguatan IHSG secara keseluruhan.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Naik ke Level 8.646, CINT, PPRE dan RMKO Huni Top Gainers
Tim Riset Phintraco Sekuritas mencatat, penguatan IHSG di penutupan perdagangan terakhir 2025 menandai keberhasilan indeks menjaga momentum positif hingga akhir tahun.
“IHSG ditutup menguat di level 8.646,94 (+0,03%) pada perdagangan Selasa (30/12), yang merupakan perdagangan terakhir di tahun 2025,” tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam kajian resminya di Jakarta, Selasa, (30/12/2025).
Secara tahunan, kinerja IHSG sepanjang 2025 terbilang solid. Indeks mencatatkan kenaikan lebih dari 22% year to date dan berakhir jauh di atas level psikologis 8.600. Phintraco Sekuritas menilai, capaian tersebut tidak lepas dari kuatnya likuiditas domestik yang menopang aktivitas transaksi saham sepanjang tahun.
Dari sisi likuiditas, rata-rata nilai transaksi harian selama 2025 tercatat mencapai Rp18,06 triliun dengan volume transaksi harian sekitar 30,27 miliar saham. Pada penutupan perdagangan Senin (29/12/2025) sebelumnya, nilai transaksi bahkan sempat mencapai Rp22,51 triliun, sejalan dengan meningkatnya aktivitas investor menjelang akhir tahun.
Baca Juga: Di Tengah Gejolak Global, IHSG Tetap Naik 22%
Penguatan IHSG juga didorong oleh kinerja sektoral yang tidak seragam. Saham-saham consumer cyclical menjadi penopang utama indeks, mencerminkan kuatnya konsumsi domestik sepanjang 2025.
“Sebaliknya, sektor teknologi justru mengalami koreksi sejalan dengan aksi ambil untung di pasar global menjelang akhir tahun,” ungkap Phintraco Sekuritas.
Selain faktor sektoral, pertumbuhan basis investor turut berkontribusi terhadap ketahanan IHSG. Bursa Efek Indonesia mencatat jumlah investor pasar modal meningkat 36,67% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 20,3 juta investor.
Peningkatan partisipasi investor ritel domestik dinilai menjadi salah satu penyangga utama pergerakan indeks, meskipun investor asing masih mencatatkan net sell secara kumulatif sepanjang tahun.
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menilai posisi IHSG yang mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan jangka pendek menunjukkan tren yang masih terjaga.
“Secara teknikal, pergerakan indeks masih berada dalam tren positif setelah bertahan di atas MA5 dan MA20,” tulis Phintraco Sekuritas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri