Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Siap Obral 75 Blok Migas Mulai Bulan Depan

        Pemerintah Siap Obral 75 Blok Migas Mulai Bulan Depan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Bogor -

        Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan rencana lelang besar-besaran 75 Wilayah Kerja (WK) atau blok minyak dan gas bumi (migas) baru yang akan dimulai pada Februari 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mendongkrak produksi migas nasional di tengah kebutuhan yang terus membengkak.

        Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa rencana strategis ini merupakan hasil koordinasi dan paparan langsung dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait upaya pencapaian target lifting minyak tahun 2026.

        “Beliau (Menteri ESDM) memaparkan mengenai target lifting minyak kita di 2026, yang kita berharap dengan beberapa strategi-strategi termasuk eksplorasi dan penemuan ada 75 blok minyak baru yang kita harapkan di bulan depan sudah bisa dilelang untuk mempercepat penambahan produksi minyak kita,” tegas Prasetyo di sela-sela retret menteri di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

        Baca Juga: Bahlil Tegaskan Industri Tambang Harus Lebih Ramah Lingkungan

        Upaya percepatan ini didasari atas besarnya potensi sumber daya alam Indonesia yang belum tergarap optimal. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, sebelumnya memaparkan bahwa Indonesia masih memiliki 128 cekungan migas, namun 108 di antaranya masih berstatus "perawan" atau belum dioptimalkan.

        Ke-75 blok yang akan ditawarkan ini tersebar di wilayah strategis mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, hingga wilayah lepas pantai (offshore). Yuliot mengibaratkan kesiapan pemerintah dalam menawarkan potensi ini layaknya sebuah etalase toko yang siap diakses investor.

        “Jadi ya kita memiliki wilayah yang akan kita tawarkan, (ada) 75 (wilayah kerja/WK). Seperti di toko, jadi kita pajangkan saja semua,” ujar Yuliot saat ditemui usai rapat bersama Komisi XII DPR RI beberapa waktu lalu.

        Saat ini, mekanisme pengembangan blok-blok tersebut telah siap, baik melalui penugasan langsung maupun lelang reguler. Tercatat, 9 blok migas sudah ditunjuk untuk dikembangkan oleh badan usaha, sementara puluhan lainnya akan menyusul dalam waktu dekat.

        Baca Juga: Pertamina Temukan Cadangan Migas Baru di Blok Mahakam

        Keseriusan pemerintah juga tercermin dari alokasi anggaran yang signifikan bagi Badan Geologi untuk melakukan survei seismik 2D dan 3D di sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Langkah teknis ini krusial untuk membuka data potensi sumber daya secara lebih akurat sebelum ditawarkan ke pasar.

        Yuliot menekankan bahwa seluruh rangkaian kebijakan ini bermuara pada visi besar kemandirian energi nasional pada akhir dekade ini.

        “Pada tahun 2025 dan 2026, Pemerintah mengalokasikan anggaran yang signifikan dan memberdayakan Badan Geologi untuk melakukan survei 2D dan 3D tingkat lanjut, yang membuka jalan bagi eksplorasi untuk menggarap potensi sumber daya ini. Visi bersama kita jelas: pada tahun 2029, Indonesia akan mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari," jelasnya dalam peluncuran Indonesia Oil and Gas Exploration.

        Berikut 75  WK migas yang sudah terlelang dan akan dilelang oleh Kementerian ESDM: 

        1. Central Andaman
        2. Amanah
        3. Airkomering
        4. Serpang
        5. Kojo
        6. Melati
        7. Binaya
        8. Gaea
        9. Gaea II
        10. Perkasa (terlelang)
        11. Lavender (terlelang)
        12. Jalu
        13. Southwest Andaman
        14. Karunia
        15. Delapan Muaro
        16. Barong
        17. Drawa
        18. Bintuni
        19. Gagah
        20. Abar Anggursi
        21. Mabelo
        22. Bangko
        23. Nawasena
        24. West Glagah Kambuna
        25. Rangkas (reprocessing atau pemrosesan ulang data seismik)
        26. Lariang (full tensor gradiometry survey/FTG)
        27. Tanimbar
        28. Arwana III
        29. Meuseuraya
        30. West Andaman 1
        31. West Andaman 2
        32. West Rapak
        33. Seram-Aru
        34. Areca
        35. Bruni
        36. Cerea
        37. Namori
        38. Sapukala
        39. Bengkulu-Mentawai
        40. Masakka
        41.Nawasena
        42. South Tanimbar
        43. Jago
        44. Juniper
        45. Amerta
        46. Savna
        47. Palu
        47. Leti Selatan
        49 Ambhawan (repro)
        50. Belibis
        51. Arwana I
        52. Arwana II
        53. Talawang
        54. Natuna D-Alpha
        55. Pesut Mahakam (study)
        56. Rupat (study)
        57. South Matindok (study)
        58. Puri (study)
        59. Lao-Lao (study)
        60. Karapan Baru (study)
        61. Benggara II (study)
        62. Rombebai (study)
        63. Northern Papua (study, seismik/repro)
        64. Maratua II (study)
        65. West Mutiara (study/repro)
        66. Gorontalo Tomini Bay (study/seismik)
        67. Timor (study/FTG)
        68. Mamberamo (study)
        69. Cendrawasih VII (study/seismik)
        70. Sanggau-Melawi (study)
        71. Patin (study)
        72. Karama (study)
        73. Enrekang (study/FTG)
        74. East Java (study/repro)
        75. Southeast Mandar (FTG)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: