Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, meskipun harga minyak mentah dunia melonjak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Menurut Bahlil, pemerintah akan menahan dampak kenaikan harga minyak global tersebut, melalui penambahan anggaran subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Harga minyak mentah dunia sempat menyentuh level US$100 per barel, jauh di atas asumsi harga minyak Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN yang dipatok sebesar US$70 per barel.
Bahlil mengatakan, selisih harga tersebut masih dapat ditanggung oleh APBN, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kenaikan harga BBM bersubsidi.
"Negara akan hadir dengan cara menambah anggaran subsidi."
"Jadi kenaikan harga, sekarang kan di APBN kita itu kan ICP, harga minyak dunia US$ 70 dolar, sekarang sudah tembus US$ 100."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus