Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        SCG Perkuat Cengkeraman di RI Lewat Semen Rendah Karbon

        SCG Perkuat Cengkeraman di RI Lewat Semen Rendah Karbon Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Siam Cement Group (SCG) Indonesia memperkuat cengkeramannya di pasar domestik dengan mengandalkan bisnis semen rendah karbon (low carbon cement) sebagai mesin pertumbuhan utama pada 2026. Strategi ini ditempuh di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% yang dinilai membuka peluang besar bagi industri bahan bangunan.

        President Director PT Siam Cement Group (SCG) Indonesia Pattaraphon Charttongkum mengatakan Indonesia tetap menjadi pasar krusial bagi SCG di kawasan ASEAN. Optimisme tersebut didasarkan pada target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional yang dinilai memberi sinyal positif bagi kinerja perusahaan.

        “Tahun ini SCG tetap optimis terhadap pertumbuhan di Indonesia, terutama karena pemerintah menetapkan target pertumbuhan PDB sekitar di atas 5%. Ini adalah indikator yang sangat positif bagi bisnis kami,” ujar Pattaraphon Charttongkum dalam SCG Special New Year Appreciation di Jakarta, Rabu (15/1/2026).

        Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Beri Pinjaman Rp2 Miliar ke Anak Usaha

        Saat ini, SCG menguasai pangsa pasar sekitar 5% secara nasional. Meski terlihat terbatas secara agregat, perusahaan mengklaim memiliki dominasi yang jauh lebih kuat di wilayah-wilayah strategis, khususnya di Jawa Barat.

        “Untuk semen, kurang lebih sekitar 5% untuk keseluruhan Indonesia. Namun, jika hanya untuk Jawa Barat, angkanya jauh lebih besar dari itu. Karena Indonesia sangat luas, maka pangsa pasar secara nasional mungkin terlihat kecil,” jelas pria yang akrab disapa Palm tersebut.

        Untuk mendorong ekspansi pada 2026, SCG memfokuskan strategi pada pengembangan dan pemasaran semen rendah karbon. Produk ini menyasar segmen konsumen yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan serta dampak lingkungan dari proses konstruksi.

        “Targetnya tentu meningkatkan pangsa pasar. Kami mencoba meraih pasar lebih banyak melalui semen rendah karbon. Kami berupaya memperbaiki proses produksi agar polusi berkurang. Setiap pengurangan emisi membuat produk kami sesuai dengan kondisi dunia saat ini yang sedang menuju tren hijau atau ESG,” tambah Palm.

        Baca Juga: Gelar RUPSLB, Semen Baturaja (SMBR) Setujui Perubahan Lokasi, Anggaran Dasar, dan Nama Perseroan

        Semen rendah karbon tersebut telah mulai diproduksi di Indonesia sejak tahun lalu, mengadopsi model bisnis yang sebelumnya diterapkan SCG di Thailand. Menurut manajemen, respons pasar domestik terhadap produk ramah lingkungan ini cukup tinggi, tercermin dari kinerja penjualan yang dinilai solid.

        Dari sisi distribusi dan pasar, SCG menegaskan bahwa fokus perusahaan saat ini sepenuhnya tertuju pada penguatan pasar domestik. Keberadaan fasilitas produksi di Sukabumi menjadikan Jawa Barat sebagai basis utama penjualan dan distribusi semen SCG di Indonesia.

        “Sekarang belum (ekspor). Kami hanya fokus untuk pasar domestik karena permintaan domestik sudah cukup besar. Di ASEAN, kami juga memiliki pabrik semen lain seperti di Vietnam, jadi saat ini kami fokus pada pasar Indonesia terlebih dahulu,” pungkas Palm.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: