Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wall Street Ditutup Datar Jelang Libur Panjang di Amerika Serikat (AS)

        Wall Street Ditutup Datar Jelang Libur Panjang di Amerika Serikat (AS) Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Saham Amerika Serikat (AS) ditutup nyaris datar pada Jumat (16/1). Perdagangan berfluktuasi menjelang libur panjang, sementara ketiga indeks utama mencatatkan penurunan sepanjang pekan seiring dimulainya musim laporan keuangan kuartal keempat.

        Dilansir dari Reuters, Senin (19/1), Dow Jones Industrial Average turun 0,17% ke 49.359,33. S&P 500 melemah 0,06% ke 6.940,01. Sementara Nasdaq Composite juga turun 0,06% ke 23.515,39.

        Baca Juga: Dicecar BEI Soal Lonjakan Saham di Tengah Penurunan Kinerja, Begini Jawaban RMKE

        Sepanjang pekan ini, bank-bank besar membukukan kinerja keuangan yang relatif solid. Namun, saham sektor keuangan tetap tertekan oleh kekhawatiran pasar terhadap rencana pemerintah untuk membatasi suku bunga kartu kredit maksimal sepuluh persen selama satu tahun.

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ingin mempertahankan Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett. Hal itu menurunkan spekulasi bahwa ia akan menggantikan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

        “Kinerja pasar yang relatif datar. S&P 500 masih dekat level 7.000. Ia  bisa dianggap positif pada awal tahun,” kata Chief Market Strategist Ameriprise Financial, Anthony Saglimbene.

        Ia menambahkan, pergerakan terbatas juga mencerminkan sikap investor yang masih menunggu hasil laporan keuangan dari sektor lain di luar perbankan untuk memperoleh gambaran kondisi fundamental ekonomi yang lebih luas.

        Baca Juga: OCBC Sekuritas dan Makmur Perluas Akses Investasi Saham

        Investor cenderung menahan diri untuk mengambil posisi besar menjelang libur Martin Luther King Jr. Meski pergerakan harga belakangan cenderung sempit, sebagian pelaku pasar opsi memperkirakan volatilitas akan meningkat dalam beberapa hari ke depan setelah berakhirnya periode kedaluwarsa opsi bulanan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: