Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Intelijen Amerika Serikat Pantau Suksesi Iran, Awasi Pengganti Khamenei

Intelijen Amerika Serikat Pantau Suksesi Iran, Awasi Pengganti Khamenei Kredit Foto: The Guradian
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) tengah memantau perkembangan politik di Iran. Hal ini menyusul kemungkinan munculnya pemimpin baru setelah eskalasi konflik militer kedua negara di Timur Tengah.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan lembaga intelijennya sedang mencermati laporan pengangkatan dari Mojtaba Khamenei. Ia disebut akan menjadi pemimpin tertinggi yang baru di Iran.

Baca Juga: Amerika Serikat Bilang Semua Kandidat Pemimpin Iran Akan Tewas

“Kami juga telah melihat laporan tersebut dan tentu saja ini sedang dipantau oleh badan intelijen kami. Kita harus menunggu dan melihat bagaimana perkembangannya,” ujar Leavitt, dikutip dari Reuters.

Leavitt juga menyebut pemerintah saat ini tengah berdiskusi dengan tim keamanan nasionalnya mengenai kemungkinan perannya setelah operasi militer selesai di Iran.

Namun menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini masih tertuju pada keberhasilan operasi militer yang sedang berlangsung. Amerika Serikat disebut sedang mempertimbangkan berbagai skenario mengenai masa depan dari Iran.

Iran sendiri sejauh ini masih dilihat sebagai rezim yang selama puluhan tahun telah mengancam kepentingan dari Amerika Serikat di Timur Tengah.

“Keputusan untuk meluncurkan operasi ini didasarkan pada akumulasi berbagai ancaman langsung yang ditimbulkan Iran ke Amerika Serikat,” kata Leavitt.

Adapun Mojtaba Khamenei dinilai sebagai kandidat terdepan untuk menjadi Pemimpin Tertinggi Iran. Ia diketahui membangun hubungan erat dengan elite militer serta memperluas pengaruhnya dalam kalangan ulama dan lembaga keagamaan.

Baca Juga: Gedung Putih: Sebelum Diserang, Iran Tolak Proposal Nuklir dari Amerika Serikat (AS)

Mojtaba Khamenei, meski jarang tampil di publik dan tidak memegang jabatan politik formal, dianggap memiliki pengaruh besar dalam lingkaran kekuasaan dari Iran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar