Rela Bayar Rp50 Juta, Korban Buka-bukaan Dugaan Penipuan Trading Kripto Timothy Ronald
Kredit Foto: YouTube/Curhat Bang Denny Sumargo
Kasus dugaan penipuan investasi kripto yang menyeret nama Timothy Ronald terus menyita perhatian publik. Sejumlah korban kini mulai angkat bicara dan membeberkan pengalamannya. Terbaru, dua orang yang mengaku menjadi korban, Younger dan Said, membagikan kisahnya saat menjadi anggota komunitas yang dikelola Timothy.
Melalui kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Said mengungkapkan bahwa dirinya bersama Younger tergabung dalam komunitas yang awalnya bernama Akademi Crypto milik Timothy Ronald, sebelum kemudian diganti menjadi paguyuban “Akademi Rungkad” setelah kasus mencuat.
Younger menuturkan, keterlibatannya bermula saat bergabung dalam grup daring di platform Discord. Ia menyebut komunitas tersebut memiliki sekitar 500 ribu peserta, meski jumlah anggota berbayar tidak diketahui secara pasti.
Untuk mendapatkan akses penuh, Younger mengaku harus merogoh kocek cukup besar. "Tahun 2024, bayar sekitar Rp50 juta. Aku pertama ambil yang Rp9 juta dulu, setelah itu upgrade menjadi grup life-time nambah sekitar 40 juta," sambung Younger.
Sementara itu, Said menjelaskan mekanisme perekrutan peserta di Akademi Crypto. Salah satu skema yang ditawarkan adalah kategori “The Students”, yakni akses ke grup selama satu tahun penuh dengan harga yang terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.
"Ada mekanisme The Students yaitu buat mereka yang punya akses sampai 1 tahun di grup itu. Ini harganya meningkat setiap tahunnya, waktu Younger masuk bayar Rp9 juta, saat saya masuk bayar Rp14 juta dan sekarang di Rp17 juta," terang Said.
Persoalan mulai muncul ketika Younger merasa janji akses seumur hidup tidak terealisasi. Ia mengaku dijanjikan kesempatan bertemu langsung dan berdiskusi dengan Timothy setelah melakukan upgrade.
Baca Juga: Anak Purbaya Tanggapi Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald: Muridnya FOMO!
"Kalau upgrade ke akses yang seumur hidup itu bisa ketemu dia, bisa ke akses ini sekitar menambah Rp39 juta," jelasnya.
Denny Sumargo kemudian memastikan besaran kerugian yang dialami keduanya.
"Jadi kerugian total kalian masing-masing sekitar Rp50 juta?" tanya Denny.
"Iya betul," jawab Younger dan Said kompak.
Harapan utama mereka saat mengeluarkan dana besar tersebut adalah bisa memperoleh pendampingan dan konsultasi secara langsung. "Iya, lebih ke diskusi kalau saya rugi, tapi ternyata tidak, padahal di perjanjiannya sudah jelas tertulis," timpal Younger.
Baca Juga: Bela Timothy Ronald di Kasus Dugaan Penipuan Kripto, Hotman Paris: Kau Hanya Mengajar
Saat ini, kasus dugaan penipuan investasi kripto yang menyeret Timothy Ronald masih bergulir di Polda Metro Jaya. Berdasarkan informasi yang beredar, sekitar 3.500 orang tergabung dalam paguyuban korban dengan estimasi total kerugian mencapai Rp200 miliar.
Mayoritas korban berasal dari kalangan anak muda berusia 18–27 tahun. Mereka disebut menerima penawaran investasi pada Januari 2024 dan tertarik mengikuti skema trading kripto karena dijanjikan potensi keuntungan tinggi. Namun, kenyataannya nilai koin kripto yang mereka beli justru anjlok.
Baca Juga: Cara Menghindari Kesalahan Keuangan Sebelum Usia 30 Tahun
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Timothy Ronald terkait tudingan yang berkembang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: